SAMARINDA — Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur Andi Muhammad Ishak menyatakan tiga penyakit menular itu berpotensi mengalami lonjakan kasus secara signifikan apabila tidak diantisipasi sejak dini. Pemicunya, keterbatasan akses air bersih serta tingginya paparan debu selama musim kemarau.
Pemetaan risiko kesehatan daerah menunjukkan kebiasaan warga menampung air selama kekeringan rentan menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk itu merupakan vektor utama demam berdarah.
"Masyarakat diminta rutin menerapkan Gerakan 3M Plus dengan menguras, menutup tempat penampungan air, serta menaburkan bubuk larvasida secara teratur," ujar Andi di Samarinda.
Selain ancaman demam berdarah, keterbatasan pasokan air bersih berpotensi menurunkan higiene lingkungan. Kondisi itu mempercepat penularan kuman penyebab diare.
Dinkes Kaltim menekankan pentingnya membiasakan cuci tangan memakai sabun. Warga juga diminta memastikan air minum direbus hingga mendidih sempurna sebelum dikonsumsi.
"Konsumsi air bersih yang terjamin higienis menjadi benteng pertahanan utama guna melindungi sistem pencernaan keluarga dari kuman diare," tutur Andi.
Cuaca panas kering, peningkatan debu jalanan, dan potensi kabut asap kebakaran lahan menjadi pemicu utama kenaikan kasus ISPA. Masyarakat diimbau selalu mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Warga juga diminta membatasi kegiatan fisik berlebihan serta mencukupi asupan air putih. Menurut Andi, masker efektif melindungi saluran pernapasan dari iritasi debu pekat dan paparan partikel berbahaya di udara terbuka.
"Penggunaan masker sangat efektif melindungi saluran pernapasan dari iritasi debu pekat serta paparan partikel berbahaya di udara terbuka," kata Andi.
Jajaran fasilitas pelayanan kesehatan di sepuluh kabupaten kota se-Kalimantan Timur diinstruksikan meningkatkan kesiapsiagaan logistik obat-obatan. Pemantauan kasus dilakukan secara mingguan.
Masyarakat diminta tidak menunda pemeriksaan medis. Segera datangi puskesmas terdekat apabila anggota keluarga mengalami gejala demam tinggi atau sesak.
"Sinergi dan kesadaran bersama menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi kunci utama menjaga ketahanan kesehatan keluarga," kata Andi.