PENAJAM — Sekretaris Daerah PPU Tohar menyatakan pengendalian inflasi tidak bisa dikerjakan pemerintah daerah sendirian. Ketersediaan bahan pangan, kelancaran distribusi, dan kestabilan harga di pasaran menuntut keterlibatan dunia usaha, perbankan, hingga komunitas warga.
Pernyataan itu disampaikan Tohar saat membuka rangkaian kegiatan sinergi bersama Bank Indonesia di Aula III Kantor Bupati PPU. Kegiatan tersebut dirangkai dengan Gerakan Pangan Murah, Pasar Murah, Operasi Pasar Triwulan IV 2026, penyerahan bantuan peralatan karhutla, Bedah Buku Penulis Lokal (BEBUKUAN), serta monitoring dan evaluasi program Tani Camp 2026.
Menurut Tohar, peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menentukan agar setiap kebijakan sesuai kondisi lapangan. Kesamaan data dan koordinasi dinilai penting supaya pemerintah bisa merespons perubahan harga secara cepat.
"Peran TPID menjadi sangat penting untuk memastikan seluruh pihak memiliki pemahaman dan data yang sama, mampu membaca kondisi di lapangan, serta dapat mengambil langkah secara cepat dan terkoordinasi," katanya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah tidak mungkin menyelesaikan seluruh persoalan pembangunan seorang diri. Keterlibatan dunia usaha, lembaga perbankan, lembaga masyarakat, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat dibutuhkan agar program berjalan terpadu.
Selain menjaga stabilitas harga, Pemkab PPU bersama BI mengembangkan program pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian dan UMKM. Program itu mencakup pendampingan, bantuan, serta peningkatan kapasitas pelaku usaha agar lebih produktif dan mandiri secara ekonomi.
"Berbagai bantuan, pendampingan dan program pemberdayaan, khususnya di bidang pertanian dan UMKM, turut mendukung peningkatan kapasitas serta kemandirian ekonomi masyarakat," ujar Tohar.
Rangkaian kegiatan juga memuat Bedah Buku Penulis Lokal atau BEBUKUAN serta monitoring dan evaluasi program Tani Camp 2026. Tohar meminta seluruh perangkat daerah memperkuat koordinasi agar setiap program berjalan berkesinambungan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, BI menyerahkan bantuan peralatan penanggulangan karhutla kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU. Bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kesiapsiagaan daerah menghadapi ancaman kebakaran.
"Saya mohon kepada seluruh perangkat daerah terkait agar terus memperkuat koordinasi dan memastikan setiap program dapat berjalan secara terpadu, saling mendukung dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat," tegas Tohar.
Ia berharap kolaborasi Pemkab PPU, BI, dan TPID terus diperkuat sehingga pengendalian inflasi, ketahanan pangan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.