SAMARINDA — Kementerian Kesehatan menyerukan perubahan pola aktivitas sehari-hari bagi warga yang tinggal di wilayah rawan kabut asap karhutla. Seruan tersebut menyusul pengetatan protokol kesehatan di sejumlah daerah yang mulai terpapar partikel halus PM2,5. Partikel berukuran mikro itu disebut berisiko tinggi memicu ISPA, iritasi mata, dan gangguan fungsi paru-paru jangka panjang.
Panduan mitigasi ini menyasar seluruh kelompok masyarakat, dengan penekanan khusus pada anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita asma dan komorbid jantung. Berikut langkah-langkah yang perlu dijalankan saat beraktivitas di tengah kepungan kabut asap.
Masyarakat diminta mengurangi kegiatan di luar rumah, terutama ketika kualitas udara berada pada kategori Tidak Sehat hingga Berbahaya. Aktivitas fisik berat dan olahraga di area terbuka sebaiknya dihindari.
Sebagai gantinya, olahraga dialihkan ke aktivitas dalam ruangan seperti yoga, zumba, atau treadmill. Tujuannya mencegah paru-paru menghirup lebih banyak partikel polutan saat tubuh sedang beraktivitas berat.
Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita asma atau komorbid jantung wajib mendapat perlindungan ekstra. Kelompok ini sedapat mungkin tetap berada di dalam rumah selama kabut asap belum mereda.
Jika ada keperluan mendesak yang mengharuskan keluar ruangan, penggunaan masker standar medis atau respirator seperti N95 sangat diwajibkan. Masker harus terpasang rapat menutup hidung dan dagu agar partikel mikro tidak masuk ke sistem pernapasan.
Menutup rapat pintu, jendela, dan lubang ventilasi menjadi langkah krusial agar polusi luar tidak mencemari udara dalam rumah. Penggunaan pemurni udara atau air purifier dengan filter HEPA sangat direkomendasikan.
Aktivitas dalam rumah yang memperburuk kualitas udara juga perlu dihindari, seperti merokok atau menyalakan obat nyamuk bakar. Kedua kebiasaan itu menambah beban partikel halus di ruangan yang seharusnya jadi tempat berlindung.
Konsumsi air putih minimal 8 gelas sehari membantu membersihkan tenggorokan dan melarutkan racun yang tidak sengaja terhirup. Asupan buah dan sayur kaya antioksidan juga dianjurkan untuk memperkuat sistem imun melawan radikal bebas akibat polusi.
Warga disarankan tidak hanya mengandalkan pandangan mata sebelum beraktivitas di luar. Pemantauan tingkat polusi secara berkala bisa dilakukan melalui aplikasi resmi pemerintah seperti Aplikasi ISPU Net dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau informasi BMKG.
Langkah ini penting karena kabut asap bisa tampak tipis secara visual, tetapi kadar partikel halusnya sudah masuk kategori berbahaya.
Kemenkes mengingatkan warga agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, seperti puskesmas atau rumah sakit. Pemeriksaan perlu dilakukan jika mulai muncul gejala batuk berulang, sesak napas, pilek, atau mata perih.
Gejala ringan yang dibiarkan berisiko berkembang menjadi infeksi saluran pernapasan akut. Warga di daerah terdampak karhutla diminta tidak menunda pemeriksaan begitu keluhan muncul.