JAKARTA — Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama sukses menjalankan tugas sebagai eksekutor dalam adu penalti. Sementara dua penendang Thailand, Sarach Yooyen dan Nattapong Sayriya, gagal mencetak gol. Skor 4-2 memastikan trofi edisi perdana turnamen itu tinggal di Jakarta.
Indonesia membuka peluang lebih dulu lewat Luke Vickery dan Justin Hubner. Thailand membalas melalui ancaman Chanathip Songkrasin hingga Supachai Chaided, tetapi skor kacamata bertahan hingga turun minum.
Momentum berubah setelah Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua pada menit ke-80. Empat menit berselang, tendangan bebas Dean James mengenai Iklas Sanron sebelum masuk ke gawang Thailand. Indonesia unggul 1-0.
Keunggulan itu tidak bertahan lama. Iklas membayar kesalahannya dengan mencetak gol menit ke-87 usai menyambut umpan silang Seksan Ratree. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal usai.
Di babak tambahan, Thailand justru berbalik unggul. Peeradol Chamrasamee menyelesaikan serangan balik pada menit ke-110 dan membawa Gajah Perang memimpin 2-1. Indonesia berada di ambang kekalahan.
Elkan Baggott menjadi penyelamat setelah menyambar bola hasil umpan tarik Rizky Ridho pada menit ke-116. Gol tersebut menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dan memaksa pertandingan ditentukan lewat adu penalti.
Drama 120 menit itu menjadi laga final yang berlangsung ketat sejak menit pertama. Kedua tim saling bergantian menekan, dengan lini belakang Indonesia beberapa kali menghadapi tekanan dari sisi sayap Thailand.
Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi pencapaian internasional penting bagi Indonesia di luar medali emas SEA Games yang pernah diraih sebelumnya. Turnamen ini digelar pertama kali dan langsung menempatkan Garuda sebagai juara bertahan pada edisi berikutnya.
Kemenangan di hadapan publik sendiri menambah bobot capaian tersebut. Trofi diangkat di Stadion Gelora Bung Karno, venue yang selama ini menjadi kandang utama Timnas Indonesia untuk laga-laga besar.
Bagi Thailand, kekalahan ini menjadi pukulan setelah sempat berbalik unggul di babak tambahan. Dua eksekutor yang gagal dari titik putih memastikan Gajah Perang pulang dengan status runner-up edisi perdana.