BALIKPAPAN — Humas dan CSR Pertamina Patra Niaga Unit Kilang Balikpapan Dodi Yapsenang menyatakan bantuan diarahkan ke dua kota yang paling terpapar kabut asap. Pihaknya menggandeng Baitul Munzalan Indonesia (BMI) di Pontianak dan Palangka Raya agar distribusi berjalan cepat dan tepat sasaran.
Keputusan menyalurkan bantuan diambil setelah pemantauan Kementerian Kehutanan menunjukkan konsentrasi titik panas di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah terpantau tinggi sejak akhir Agustus 2026. Peningkatan titik panas sempat memperburuk kualitas udara di sejumlah titik pemantauan hingga masuk kategori berbahaya.
Paket bantuan tanggap darurat mencakup 30.400 masker medis, 1.355 strip vitamin, serta unit pompa air dan selang. Menurut Dodi, komposisi itu disesuaikan dengan kebutuhan mendesak masyarakat di lapangan.
"Kabut asap yang ditimbulkan berdampak langsung terhadap aktivitas dan kesehatan masyarakat. Melalui bantuan masker dan vitamin ini, kami berharap dapat membantu masyarakat mengurangi risiko paparan sekaligus menjaga kondisi kesehatan selama masa tanggap darurat," kata Dodi di Balikpapan, Sabtu (3/10/2026).
Penyaluran pada awal Oktober ini melanjutkan rangkaian aksi tanggap darurat yang sudah berjalan selama kemarau panjang. Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Unit Balikpapan menyalurkan sarana air bersih, masker N95, obat-obatan, dan perlengkapan pendukung bagi warga terdampak karhutla di Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Bantuan tidak hanya mengalir ke Kalimantan Barat. Warga yang menghadapi risiko karhutla dan kekeringan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menerima paket serupa.
Di lokasi terdampak, warga penerima manfaat bernama Budiman menyebut masker dan vitamin sangat dibutuhkan saat aktivitas luar ruang terbatas akibat kepungan asap.
"Terima kasih atas bantuan masker dan vitamin ini karena sangat bermanfaat bagi kami untuk menjaga kesehatan di tengah kondisi kabut asap yang pekat," kata Budiman.
Dua kota itu dipilih karena tingkat ancaman paparan kabut asap dinilai paling tinggi. Respons cepat diambil Pertamina Patra Niaga Unit Balikpapan begitu peningkatan kebakaran hutan dan lahan terdeteksi di kawasan tersebut.
Kolaborasi dengan BMI memungkinkan bantuan medis serta sarana pendukung tersalurkan lebih cepat ke titik-titik yang sulit dijangkau. Pola distribusi semacam ini dipakai agar bantuan tidak menumpuk di satu lokasi saja.