Dinas Kesehatan Kaltim Imbau Warga Tak Sepelekan Gigitan Hewan Penular Rabies, Luka Kecil Wajib Cuci Sabun 15 Menit

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:40:31 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur Andi Muhammad Ishak memberikan imbauan penanganan gigitan hewan penular rabies.

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mengimbau warga tidak menyepelekan luka gigitan maupun cakaran hewan penular rabies sekecil apa pun. Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Andi Muhammad Ishak menegaskan setiap luka wajib mendapat penanganan medis pertama secara cepat dan tepat. Imbauan disampaikan menyusul masih adanya kasus gigitan hewan yang berpotensi fatal jika terlambat ditangani.

SAMARINDA — Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur Andi Muhammad Ishak menyatakan rabies merupakan infeksi virus berbahaya yang menyerang sistem saraf manusia dan berpotensi fatal jika terlambat ditangani. Penularan pada manusia mayoritas disebabkan gigitan anjing, kucing, serta kera yang telah terinfeksi virus rabies.

Karena itu, warga diminta tidak menganggap remeh luka sekecil apa pun. Andi menekankan pertolongan pertama harus dilakukan segera sebelum korban dibawa ke fasilitas kesehatan.

Cuci Luka 15 Menit, Jangan Oleskan Ramuan Tradisional

Langkah paling krusial saat terkena gigitan hewan adalah mencuci luka menggunakan sabun dan air mengalir selama 15 menit. "Langkah pertama yang paling krusial saat terkena gigitan hewan adalah mencuci luka menggunakan sabun dan air mengalir selama 15 menit," ujar Andi.

Masyarakat juga diimbau tegas untuk tidak mengoleskan bahan-bahan tradisional atau ramuan tertentu yang tidak teruji secara medis pada bekas luka gigitan. Setelah pembersihan awal, warga harus segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

"Usai pembersihan awal warga harus segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat guna mendapatkan evaluasi medis serta suntikan vaksin anti-rabies," tutur Andi.

Vaksin dan Serum Disesuaikan Tingkat Keparahan Luka

Pemberian suntikan vaksin anti-rabies maupun serum anti-rabies disesuaikan dengan kriteria tingkat keparahan risiko luka gigitan yang dialami pasien. Pemprov Kaltim telah menyiagakan ketersediaan stok vaksin rabies serta mengoptimalkan peran Rabies Center di puskesmas dan rumah sakit daerah.

Andi juga menyoroti tanggung jawab pemilik hewan peliharaan. "Pemilik hewan peliharaan juga memiliki kewajiban moral untuk rutin memberikan vaksinasi anti-rabies secara berkala kepada hewan peliharaannya," kata Andi.

Warga dianjurkan tidak melepasliarkan hewan peliharaan secara bebas serta menghindari kontak langsung dengan hewan liar yang menunjukkan perilaku tidak biasa.

Sinergi One Health Lintas Dinas Diperkuat

Pemerintah provinsi terus memperkuat sinergi intersektoral melalui pendekatan One Health guna mengendalikan potensi rabies. Pendekatan ini melibatkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Dinas Kesehatan Kaltim.

Menurut Andi, kesadaran bersama dan respons cepat masyarakat dalam melakukan pertolongan pertama menjadi kunci utama mewujudkan Kaltim bebas dari ancaman rabies.

"Kesadaran bersama dan respons cepat masyarakat dalam melakukan pertolongan pertama menjadi kunci utama mewujudkan Kaltim bebas dari ancaman rabies," katanya.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top