KALIMANTAN TIMUR — Kontingen Indonesia menambah satu medali perunggu pada Jumat (2/10/2026) malam, membawa total koleksi menjadi 35 medali di Asian Games 2026. Meski bertambah, posisi Indonesia di klasemen sementara justru melorot ke peringkat 14 setelah disalip Uni Emirat Arab yang unggul jumlah perak.
Tambahan medali terbaru membuat Indonesia kini mengoleksi 5 emas, 8 perak, dan 22 perunggu. Sebelumnya, kontingen Merah Putih baru mengumpulkan 34 medali. Penambahan satu perunggu itu tidak cukup menahan laju Uni Emirat Arab yang bergerak ke posisi 13.
Dalam penentuan peringkat Asian Games, jumlah emas menjadi penentu utama, diikuti perak lalu perunggu. Karena itu, penambahan medali di kategori perunggu tidak otomatis menaikkan posisi sebuah kontingen di klasemen.
Indonesia dan Uni Emirat Arab sama-sama mengoleksi 5 emas. Pembeda keduanya ada di jumlah perak. UEA mengumpulkan 9 perak, sementara Indonesia baru 8 perak. Selisih satu medali perak itulah yang membuat Indonesia harus rela turun ke posisi ke-14.
Di bawah Indonesia, Chinese Taipei sebenarnya mengoleksi total medali lebih banyak. Namun dengan hanya 4 emas, Chinese Taipei belum mampu menyalip posisi Indonesia di klasemen sementara.
Dari 35 medali yang dikumpulkan Indonesia, badminton menjadi cabang paling produktif dengan 6 medali. Rinciannya, 2 emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Wushu menyusul dengan 5 perunggu tanpa emas.
Cabang lain yang menyumbang emas adalah panahan (1 emas), panjat tebing (1 emas), dan angkat besi (1 emas, 1 perunggu). Sementara dayung, esports, menembak, selancar, dan teqball masing-masing menyumbang medali perak.
Di papan atas klasemen, China masih mendominasi dan semakin dekat menuju gelar juara umum. Jepang bertahan di posisi kedua, diikuti Korea Selatan di peringkat ketiga.
Peluang Indonesia memperbaiki peringkat masih terbuka. Sejumlah cabang olahraga masih mempertandingkan nomor-nomor final hingga beberapa hari ke depan, sehingga tambahan emas bisa mengubah posisi Indonesia di klasemen akhir.