BALIKPAPAN — Kutai Kartanegara berpotensi menjadi wilayah terpanas di Kalimantan Timur dengan suhu maksimum mencapai 34 derajat Celsius. Samarinda menyusul di angka 33 derajat Celsius, sedangkan Paser, Kutai Barat, Kutai Timur, Balikpapan, dan Bontang diprakirakan berada di kisaran 32 derajat Celsius.
Mahakam Ulu menjadi satu-satunya wilayah dengan rentang suhu paling rendah, yakni minimum 22 derajat Celsius dan maksimum 28 derajat Celsius. Data itu dirilis BMKG dalam prakiraan cuaca harian untuk seluruh kabupaten/kota di Kaltim.
Kelembapan udara di sejumlah daerah tercatat cukup tinggi. Paser, Kutai Kartanegara, Berau, Kutai Barat, Mahakam Ulu, Balikpapan, dan Samarinda berpotensi mencapai kelembapan maksimum 98-99 persen.
Angka itu menunjukkan udara nyaris jenuh uap air sepanjang hari. Kondisi ini biasanya membuat gerah meski suhu tidak berada di puncak tertinggi.
BMKG mencatat Kalimantan Timur masuk daerah yang berpotensi mengalami pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) pada periode 30 September hingga 6 Oktober 2026. Dalam produk cuaca penerbangan, pertumbuhan awan Cb dengan cakupan spasial 50-75 persen atau kategori occasional diprakirakan muncul di wilayah itu.
Awan Cb dikenal sebagai pemicu hujan lebat disertai kilat dan angin kencang. Namun untuk 30 September 2026, produk potensi cuaca ekstrem BMKG tidak mencantumkan Kaltim dalam daftar wilayah berstatus waspada hujan sedang-lebat.
BMKG Samarinda mencatat sebagian besar wilayah Kaltim diprakirakan mendapat curah hujan kategori rendah 0-50 milimeter pada Dasarian III September 2026. Pengecualian berlaku untuk Berau bagian utara dan Mahakam Ulu bagian barat yang masuk kategori menengah.
Warga diminta tetap memantau perubahan cuaca lokal. Kondisi udara kabur dan pertumbuhan awan bisa bergeser cepat sepanjang hari, terutama di daerah pesisir dan kawasan perbukitan.