KALIMANTAN TIMUR — Alwi Farhan memastikan tiket semifinal bulu tangkis tunggal putra Asian Games 2026, sementara Jonatan Christie harus angkat koper lebih awal. Pada babak perempat final di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Jepang, Minggu (27/9/2026), Jonatan takluk dari wakil Singapura Loh Kean Yew lewat dua gim langsung 14-21 dan 19-21, sedangkan Alwi menumbangkan Chou Tien-Chen dari Taiwan dengan skor identik 21-10 dan 21-11.
Dua hasil bertolak belakang itu lahir dari lapangan yang sama, hanya berselang beberapa jam. Alwi melaju tanpa kehilangan satu gim pun, sementara Jonatan tersandung lawan yang secara peringkat berada di bawahnya. Kekalahan ini menutup perjalanan Jonatan di nomor tunggal putra, sedangkan Alwi masih menyisakan satu langkah menuju partai puncak.
Alwi tampil dominan sejak servis pertama. Tunggal putra Indonesia itu menutup gim pertama dengan skor 21-10, lalu mengunci kemenangan lewat gim kedua 21-11. Chou, yang dikenal sebagai pemain bertahan gigih, tidak pernah menemukan ritme untuk mengejar ketertinggalan.
Kemenangan ini mengantar Alwi ke babak semifinal Asian Games 2026, capaian terbaiknya di ajang multi-event sebesar ini. Ia menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di sektor tunggal putra.
Di lapangan yang sama, Jonatan berusaha menampilkan pola permainan terbaiknya sejak awal gim pertama. Pertarungan poin demi poin berjalan ketat di fase awal, dengan Jonatan sempat tertinggal tipis 9-10 dari Loh Kean Yew.
Namun upaya mengejar ketertinggalan itu tidak berbuah manis. Jonatan menelan kekalahan di gim pertama dengan catatan poin 14-21, dan kembali tumbang di gim kedua 19-21. Loh, wakil Singapura yang selama ini dikenal sebagai pengganggu pemain-pemain top, kembali membuktikan ketangguhannya di level Asia.
Dengan hasil ini, beban tunggal putra Indonesia di Asian Games 2026 sepenuhnya bertumpu pada Alwi Farhan. Ia masih punya peluang menambah medali, tetapi lawan di semifinal dipastikan tidak akan lebih ringan dari Chou.
Bagi Jonatan, kekalahan ini menjadi catatan pahit di turnamen yang ia bidik sebagai panggung kebangkitan. Sejumlah pengamat menilai pola permainan menyerangnya belum konsisten sepanjang gim, terutama saat menghadapi lawan dengan pertahanan rapat seperti Loh.
Alwi dijadwalkan tampil di babak semifinal dalam waktu dekat di venue yang sama. Lawan yang menantinya akan ditentukan dari laga perempat final lainnya. Peluang Indonesia menambah medali dari sektor tunggal putra kini sepenuhnya bergantung pada penampilan Alwi.