SAMARINDA — Pembaruan prakiraan BMKG menempatkan Mahakam Ulu sebagai satu-satunya wilayah dengan kombinasi hujan ringan dan suhu paling rendah di Kaltim. Kelembapan udara di kabupaten itu diprakirakan mencapai 87–99 persen, tertinggi dibanding wilayah lain.
Berau dan Kutai Timur melengkapi daftar daerah yang berpotensi diguyur hujan ringan. Berau berada pada kisaran suhu 22–30 derajat Celsius dengan kelembapan 72–99 persen, sedangkan Kutai Timur bersuhu 23–31 derajat Celsius dan kelembapan 63–99 persen.
Kutai Barat justru tercatat sebagai udara kabur dalam prakiraan harian BMKG, dengan suhu 23–32 derajat Celsius dan kelembapan 58–99 persen. Kondisi ini berbeda dari Kutai Timur dan Mahakam Ulu yang berada di wilayah pedalaman dengan tutupan hutan lebih rapat.
Udara kabur umumnya muncul saat kelembapan tinggi bertemu partikel di lapisan bawah atmosfer. Wilayah dengan aktivitas tambang dan lalu lintas darat lebih padat punya kecenderungan lebih besar mengalami kondisi ini.
Dua kota utama Kaltim, Samarinda dan Balikpapan, diprakirakan mengalami udara kabur. Samarinda bersuhu 24–31 derajat Celsius dengan kelembapan 66–99 persen, sementara Balikpapan berada pada kisaran 25–32 derajat Celsius dan kelembapan 60–98 persen.
Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi di Paser, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, dan Bontang. Empat daerah ini melengkapi total sembilan wilayah yang diprakirakan berudara kabur.
Warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan memantau pembaruan prakiraan dan peringatan dini BMKG. Kondisi cuaca di Kaltim dapat berubah sepanjang hari, terutama di wilayah pesisir dan pedalaman yang punya pola berbeda.
Bagi pengendara, jarak pandang terbatas saat udara kabur perlu diantisipasi dengan menurunkan kecepatan dan menyalakan lampu. Sementara warga dengan riwayat gangguan pernapasan sebaiknya membatasi aktivitas luar ruang pada jam-jam dengan kelembapan tinggi.