KALIMANTAN TIMUR — Meta resmi merilis dua model kacamata pintar terbaru, Ray-Ban Meta Audio AI dan Ray-Ban Meta Gen 3, dalam ajang Meta Connect 2026. Versi tanpa kamera dibanderol US$349 (sekitar Rp6,2 juta), sementara Gen 3 yang tetap berkamera mulai US$449 (sekitar Rp8 juta). Keduanya mengusung audio spasial Dolby Atmos dan desain yang lebih ringan.
CEO Meta Mark Zuckerberg memperkenalkan langsung kedua model tersebut pada Rabu (23/9). Ray-Ban Meta Audio AI menjadi varian pertama Meta yang sepenuhnya meninggalkan kamera, mengandalkan mikrofon dan speaker sebagai antarmuka utama. Langkah ini menjawab sebagian kritik soal penyalahgunaan kacamata pintar untuk merekam konten tanpa izin.
Perangkat ini mengusung mikrofon dan speaker untuk mendengarkan musik, menelepon, serta berinteraksi dengan asisten AI Meta. Bentuknya mengikuti model Ray-Ban Clubmaster atau Burbank, tetapi dibuat lebih tipis dan ringan dibanding versi berkamera.
Daya tahan baterainya mencapai 12 jam. Harganya US$349 atau sekitar Rp6,2 jutaan, menjadikannya opsi termurah di jajaran kacamata pintar Meta saat ini.
Kacamata pintar ini dilengkapi teknologi audio spasial Dolby Atmos yang merekam kesan arah suara di sekitar pengguna, sehingga output terdengar lebih nyata. Enam mikrofon tertanam untuk menangkap suara di lingkungan bising sekaligus meredam gangguan seperti angin.
Ujung tangkai kacamata dapat disesuaikan agar kenyamanan ukuran lebih presisi. Detail ini penting bagi pengguna yang memakai kacamata dalam sesi panjang.
Varian Gen 3 tetap dibekali kamera dengan daya tahan baterai hingga sembilan jam, lebih lama dari pendahulunya. Kacamata ini juga mendukung Dolby Atmos dan dibanderol mulai US$449 atau sekitar Rp8 jutaan.
Seri ini menawarkan 51 kombinasi gaya, temple tips yang dapat disesuaikan, serta peningkatan kualitas audio. Semua model Meta dilengkapi lampu LED peringatan yang berkedip saat perekaman berlangsung.
Meta menyatakan telah meningkatkan sistem deteksi manipulasi, termasuk saat proses merekam sedang berjalan. Fitur ini merespons kekhawatiran publik soal privasi.
Koleksi desain diperluas dengan model klasik Ray-Ban Aviator dan Zena, berdampingan dengan edisi terbatas Aviator perayaan 90 tahun. Pilihan lain meliputi Capri, frame cat-eye, serta Nova yang berbentuk membulat.
Meta berkolaborasi dengan Lisa Blackpink untuk beberapa gaya baru. Edisi khusus ini dilengkapi kotak penyimpanan khusus, detail bintang pada ujung tangkai, serta charm yang terinspirasi hewan peliharaannya.
Desain edisi kolaborasi Kylie Jenner mendapat pilihan warna putih gading (ivory) yang baru. Langkah ini memperluas jangkauan kacamata pintar ke segmen gaya hidup, bukan sekadar perangkat teknologi.
Peluncuran Ray-Ban Meta Audio AI terjadi di tengah laporan penyalahgunaan kacamata pintar untuk merekam konten cabul dan pelanggaran privasi. Dengan menghapus kamera, Meta menawarkan varian yang lebih sulit disalahgunakan.
Harga awal yang lebih rendah serta peningkatan kenyamanan dan audio membuat lini kacamata pintar Meta semakin fungsional. Bagi pasar Indonesia, belum ada informasi resmi soal ketersediaan maupun jadwal rollout kedua model tersebut.