KALIMANTAN TIMUR — Baim, pendiri sekaligus mantan vokalis Ada Band, merilis versi baru lagu "Seharusnya" yang pertama kali menjadi andalan album debut grup itu pada 1997. Video musik resminya tayang lewat kanal YouTube di bawah naungan Miharbi Music Indonesia, dengan Baim sebagai produser eksekutif sekaligus penggarap musik dan Faim Achmad sebagai visual director. Perilisan ini melanjutkan kebiasaan Baim mengemas ulang karya-karya lamanya dengan produksi lebih modern.
Baim menulis "Seharusnya" bersama Krishna Balagita, rekan sesama pendiri Ada Band. Lagu itu kemudian dipilih menjadi andalan sekaligus judul album perdana grup tersebut pada 1997. Bagi Baim, "Seharusnya" bukan sekadar satu track dalam diskografi, melainkan salah satu titik awal perjalanan Ada Band sebelum formasi band itu beberapa kali berganti.
Album debut bertajuk "Seharusnya" dirilis pada 1997 dan menempatkan lagu berjudul sama sebagai materi utama. Lagu bertema kerinduan dan cinta tak berbalas itu menjadi penanda awal karier Ada Band di industri musik Indonesia.
Hampir tiga dekade berselang, Baim memutuskan menggarap ulang lagu tersebut. Versi terbaru ini dikerjakan dengan produksi yang lebih modern, tanpa mengubah esensi lirik dan melodi aslinya.
Video musik resmi "Seharusnya" versi baru tayang melalui kanal YouTube di bawah naungan Miharbi Music Indonesia. Baim bertindak sebagai produser eksekutif sekaligus penggarap musik, sementara Faim Achmad dipercaya sebagai visual director.
Pembagian peran itu menegaskan posisi Baim yang tidak hanya menyanyi, tetapi juga mengatur arah produksi rilisan ini dari sisi musik maupun visual.
Perilisan ulang "Seharusnya" bukan langkah pertama Baim mengemas kembali materi lamanya. Sejumlah karya ciptaannya sudah lebih dulu hadir dalam versi baru.
Setiap remake membuka ruang bagi lagu-lagu lawas untuk didengar kembali oleh audiens masa kini. Bagi pendengar lama, kehadiran "Seharusnya" versi baru menjadi pengingat bahwa lagu yang lahir hampir tiga dekade lalu masih menyimpan daya tarik yang sama seperti saat pertama kali dirilis.
Langkah Baim sejalan dengan pola yang makin umum di industri musik lokal: musisi senior menghidupkan kembali katalog lama lewat rekaman ulang, bukan sekadar merilis versi digital dari master asli. Cara ini memungkinkan lagu lama menjangkau pendengar platform streaming tanpa kehilangan karakter melodinya.
Bagi Ada Band, "Seharusnya" tetap menjadi rujukan awal perjalanan band yang kemudian melewati beberapa kali pergantian formasi. Versi baru dari Baim menambah satu bab lagi pada sejarah lagu itu.