KALIMANTAN TIMUR — Hope menjadi film thriller terbaru yang ditulis sekaligus disutradarai Na Hong-jin, setelah namanya dikenal lewat The Wailing, The Yellow Sea, dan The Chaser. Kali ini ia memadukan thriller dengan elemen science fiction, sebuah kombinasi yang belum pernah ia garap di film-film sebelumnya.
Ceritanya berpusat pada kehidupan desa di kawasan pesisir yang mendadak berubah dan mengancam nyawa penghuninya. Penyebabnya kehadiran entitas misterius yang membuat polisi dan para pemburu perlahan menyadari masalah yang mereka hadapi jauh lebih besar dari perkiraan awal.
Ya. Film Hope memiliki satu adegan tambahan yang muncul tepat setelah blok kredit pertama tayang. Artinya, penonton tidak perlu menunggu hingga seluruh kredit selesai untuk menyaksikannya.
Cuplikan itu dibuka dengan latar jalanan kosong yang dihiasi kredit jajaran pemeran utama. Derap langkah kaki dan hembusan napas berat terdengar sebelum Sung-ki kembali muncul ke tengah jalan.
Sung-ki dipastikan masih hidup meski dalam kondisi memprihatinkan. Ia kehilangan sebelah sepatu dan menggunakan senapan berlaras bengkok sebagai tongkat untuk menopang jalannya yang pincang.
Layar kemudian ditutup dengan kemunculan tulisan HOPE berukuran besar, serupa dengan title card yang ditampilkan pada awal film. Adegan tersebut sengaja dibiarkan tanpa penjelasan soal bagaimana Sung-ki bisa selamat, sementara karakter lain tidak mengetahui keberadaannya.
Secara keseluruhan, Hope menyisakan konflik utama yang belum sepenuhnya terurai. Kepanikan warga desa belakangan diketahui dipicu seorang penduduk yang menembak anak alien di dalam hutan dan menyembunyikan jasadnya.
Situasi itu memicu pencarian masif oleh kaum alien. Namun, alasan mereka bisa tiba atau mendarat di desa pesisir tersebut juga belum dijelaskan.
Begitu pula dengan kapal perang alien berukuran besar yang memasuki atmosfer, menabrak gunung di kejauhan, lalu meledak.
Ma'veyyo yang diperankan Michael Fassbender selamat dari serangan granat dan menemukan J'aur (Alicia Vikander). Keduanya menyaksikan kapal itu terbakar, yang ternyata milik kaisar mereka.
Ma'veyyo mengatakan waktu yang tersisa bagi Crown Prince Kali tinggal sedikit. Ia mengeluarkan jantungnya sendiri dengan tangan kosong dan menyatakan bahwa jika menemukan anak itu, ia akan menggunakan jantung tersebut untuk menghidupkannya kembali.
Menariknya, pada menit-menit sebelum film berakhir, dialog berbahasa asing yang dituturkan para alien sepanjang film untuk pertama kalinya diberi teks terjemahan. Penonton baru bisa memahami percakapan mereka tepat saat kapal sang kaisar hancur.
Baris dialog terakhirnya berbunyi, "ubah takdir."
Dalam wawancaranya bersama Gizmodo, Na Hong-jin mengonfirmasi pendekatan naratif tersebut. Ia menjelaskan film ini sengaja dituturkan dari sudut pandang kosmik yang lebih berpihak pada kaum alien ketimbang manusia, demi menguliti sisi primitif serta ketidakberadaban manusia.
Setelah premiere di Cannes, Na Hong-jin mengaku sudah memiliki naskah untuk sekuel Hope. Namun, proses produksinya diserahkan pada sambutan penonton terhadap film pertamanya.
"Naskahnya pun sudah selesai dikerjakan dan ingin segera saya garap. Jadi jika ada kesempatan, tentu saya akan membuat sekuelnya," ujar sutradara yang populer lewat film The Wailing tersebut.
Hope tayang sejak 9 September di bioskop Indonesia.