BALIKPAPAN — BMKG memprakirakan langit Kaltim pada Jumat, 11 September 2026, bergerak dari cerah berawan sampai hujan. Sepuluh kabupaten/kota masuk pantauan, masing-masing dengan peluang hujan lokal yang berbeda-beda.
Peringatan utama bukan pada hujan rutin, melainkan pada potensi intensitas sedang hingga lebat. Angin kencang juga disebut masih membayangi wilayah ini sepanjang hari.
Berikut gambaran kondisi cuaca yang perlu dicermati warga di masing-masing daerah:
BMKG mencatat keberadaan awan cumulonimbus secara occasional di wilayah udara Kalimantan Timur pada periode 11–17 September 2026. Awan jenis ini kerap dikaitkan dengan hujan lebat, petir, dan angin kencang.
Karena itu, kondisi cuaca bisa berubah cepat. Pembentukan awan hujan di wilayah ini bersifat lokal, sehingga prakiraan satu daerah belum tentu menggambarkan daerah sebelahnya.
Di sisi lain, musim kemarau belum berakhir. Curah hujan di sebagian besar wilayah Kalimantan pada September diprakirakan relatif rendah, sementara pengaruh El Niño masih mendukung atmosfer yang lebih kering.
Kondisi tersebut menaikkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diimbau tidak membakar lahan maupun sampah secara sembarangan.
BMKG meminta warga tetap memantau informasi cuaca terbaru lewat kanal resmi BMKG, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.