SAMARINDA — Sebanyak 57 kafilah terbaik Kalimantan Timur menjalani pemusatan latihan tahap akhir di Wisma Pamentas, Jakarta Selatan, untuk mematangkan persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah. Pemusatan latihan yang berlangsung hingga 9 September 2026 ini diikuti perwakilan dari delapan kabupaten/kota di Kaltim.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kaltim Sri Wahyuni mengingatkan para peserta bahwa mempertahankan gelar juara umum memiliki tantangan lebih berat dibandingkan ketika pertama kali meraih prestasi itu. Kaltim tercatat sebagai juara umum pada MTQ Nasional XXX Tahun 2024 di Samarinda dan kembali meraih juara umum pada Seleksi Tilawatil Qur'an dan Hadis (STQH) Nasional XXVIII Tahun 2025 di Kendari, Sulawesi Tenggara.
"Beban mempertahankan juara itu lebih berat dibandingkan ketika baru berusaha meraih juara. Sebab, ketika ingin meraih juara, kita belum memiliki beban untuk mempertahankan prestasi," ujarnya di Samarinda, Minggu.
Pernyataan itu disampaikan Sri Wahyuni yang juga menjabat Sekretaris Daerah Kaltim saat melepas rombongan kafilah. Ia menegaskan catatan prestasi yang sudah diraih pada dua ajang nasional sebelumnya menjadi modal sekaligus tantangan tersendiri bagi para peserta.
Wakil Ketua II LPTQ Kaltim Dasimah merinci kontingen tahun ini berasal dari Kabupaten Kutai Timur dengan 13 peserta, disusul Kota Samarinda 11 peserta, dan Kabupaten Kutai Kartanegara 10 peserta. Kota Bontang mengirim enam peserta, Kota Balikpapan lima peserta, serta masing-masing empat peserta dari Kabupaten Berau, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Penajam Paser Utara.
Dua daerah, yakni Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Mahakam Ulu, belum mengirimkan peserta pada MTQ Nasional tahun ini. Setelah pemusatan latihan ditutup pada 9 September 2026, seluruh peserta dijadwalkan diberangkatkan menuju Semarang menggunakan dua bus.
Wakil Ketua LPTQ Kaltim Jauhar Efendi mengatakan pihaknya telah meninjau sejumlah ruang pelatihan yang digunakan peserta dari berbagai cabang dan golongan. Peninjauan juga dilakukan terhadap asrama peserta selama menjalani pemusatan latihan.
"Meski tergolong sederhana, fasilitas tersebut dinilai cukup representatif dan bersih untuk mendukung pelaksanaan latihan," kata Jauhar Efendi. Ia mengaku puas dengan fasilitas yang disediakan pihak yayasan untuk menunjang persiapan kafilah menuju ajang bergengsi tingkat nasional itu.