Bocoran OPPO Find X10 Ultra: Sensor Kamera 10x Lebih Besar, Siap Naik Kelas

Penulis: Zaki Mubarak  •  Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:38:02 WIB
Digital Chat Station membocorkan pengujian dua sensor kamera 50 MP untuk lensa telefoto periskop 10x pada OPPO Find X10 Ultra.

KALIMANTAN TIMUR — Kabar terbaru soal calon flagship OPPO kembali mencuat. Lewat akun Weibo-nya, Digital Chat Station (DCS) pada Selasa (4/8/2026) mengungkap bahwa OPPO sedang menguji dua sensor kamera berbeda untuk lensa telefoto periskop 10x di Find X10 Ultra. Informasi ini penting karena keputusan akhir soal sensor akan sangat menentukan kualitas foto zoom jarak jauh perangkat tersebut.

Kedua kandidat sensor yang diuji sama-sama beresolusi 50 megapiksel dengan ukuran fisik 1/1,95 inci. Opsi pertama adalah sensor Samsung ISOCELL GNB, sementara opsi kedua memakai OmniVision OV51A yang belum diperkenalkan secara resmi ke publik. Yang menarik, bocoran ini juga menyebut OPPO akan mempertahankan desain quintuple-reflection prism untuk telefoto murni, bukan mengadopsi konfigurasi telefoto sekaligus makro seperti yang banyak dilakukan kompetitor.

Jika salah satu sensor tersebut terpilih, ini akan menjadi lompatan besar dibandingkan Find X9 Ultra yang memakai sensor Samsung ISOCELL JNL berukuran 1/2,75 inci di kamera telefoto 10x-nya. Perbedaan ukuran sensor ini bukan sekadar angka di atas kertas.

Sensor Lebih Besar: Dampaknya ke Kualitas Foto Zoom

Dalam dunia fotografi smartphone, ukuran sensor adalah segalanya. Sensor 1/1,95 inci yang diuji OPPO ini secara fisik lebih luas sekitar 40 persen dibandingkan sensor 1/2,75 inci di Find X9 Ultra.

Sensor yang lebih besar mampu menangkap lebih banyak cahaya. Artinya, hasil jepretan pada kondisi minim cahaya berpotensi jauh lebih bersih dengan noise yang lebih terkendali. Rentang dinamis gambar juga bisa lebih lebar, sehingga detail di area gelap dan terang tetap terjaga dalam satu frame.

Ini kabar baik bagi pengguna yang sering mengandalkan zoom ekstrem untuk fotografi konser, olahraga, atau sekadar memotret objek dari kejauhan. Foto 10x yang biasanya hanya tajam di kondisi terang, kini berpeluang tetap layak pakai saat matahari terbenam atau di dalam ruangan.

Desain Prisma: Fokus ke Zoom Murni, Bukan Makro

Keputusan OPPO mempertahankan desain quintuple-reflection prism menunjukkan arah yang jelas: fokus pada kualitas zoom optik murni. Desain ini memantulkan cahaya lima kali di dalam modul kamera untuk memperpanjang jarak fokus tanpa membuat modul kamera menonjol terlalu tebal dari bodi ponsel.

Dengan tidak mengadopsi fitur makro pada lensa telefoto, OPPO tampaknya ingin memastikan kualitas optik untuk zoom jarak jauh tidak dikorbankan. Ini berbeda dengan pendekatan beberapa ponsel lain yang menggabungkan fungsi telefoto dan makro dalam satu lensa, yang kerap menghasilkan kompromi pada salah satu sisi.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Meski kabar ini menjanjikan, ada beberapa catatan penting. Pertama, status kedua sensor ini masih sebatas kandidat. DCS tidak menyebut sensor mana yang lebih mungkin dipilih untuk versi final, dan OmniVision OV51A yang belum dirilis resmi menambah ketidakpastian.

Kedua, informasi ini masih sepenuhnya bocoran. OPPO belum memberikan konfirmasi resmi mengenai spesifikasi Find X10 Ultra, termasuk jadwal peluncuran dan harga. Mengingat posisinya sebagai lini Ultra, ponsel ini dipastikan akan dibanderol di kelas flagship premium, kemungkinan besar di atas Rp 20 jutaan, bersaing dengan Galaxy S Ultra dan iPhone Pro Max.

Ketiga, perlu diingat bahwa sensor yang lebih besar juga berarti konsumsi daya dan panas yang lebih tinggi saat digunakan dalam waktu lama. OPPO perlu memastikan optimasi perangkat lunak dan sistem pendinginnya mampu mengimbangi agar performa kamera tetap stabil.

Untuk saat ini, bocoran ini memberikan gambaran bahwa OPPO serius memperkuat posisinya di segmen fotografi zoom ekstrem. Kita tunggu saja apakah Find X10 Ultra benar-benar bisa menjadi game changer di kelasnya, atau sekadar peningkatan spesifikasi biasa yang tidak diikuti pengalaman nyata yang memuaskan.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: bloombergtechnoz.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top