KALIMANTAN TIMUR — Harga emas dunia masih menunjukkan volatilitas setelah rebound lebih dari 3% pada Senin kemarin. Sentimen datang dari perkembangan negosiasi damai AS-Iran yang membuat investor wait and see. Analis Marex, Edward Meir, menilai reli euforia ini masih berpotensi berlanjut hingga seremoni penandatanganan Jumat mendatang. "Namun, jika Warsh tampil lebih agresif soal suku bunga, emas bisa tertekan," ujarnya.
Di pasar fisik dalam negeri, PT Aneka Tambang Tbk memilih menahan harga emas Antam di level Rp 2.729.000 per gram sejak kemarin. Harga buyback atau harga beli kembali juga tak bergerak, tetap di Rp 2.500.000 per gram. Artinya, selisih antara harga jual dan beli kembali saat ini mencapai Rp 229.000 per gram.
Berbeda dengan Antam, harga emas di Pegadaian justru mencatat kenaikan. Emas batangan produksi UBS naik Rp 28.000 menjadi Rp 2.737.000 per gram. Sementara emas Galeri24 bertambah Rp 22.000 ke posisi Rp 2.718.000 per gram. Kenaikan ini terjadi di semua pecahan, dari 0,5 gram hingga 1 kilogram.
Untuk pecahan terkecil, emas UBS 0,5 gram dibanderol Rp 1.480.000, sedangkan Galeri24 0,5 gram di Rp 1.425.000. Selisih harga antar produk ini bisa menjadi pertimbangan bagi pembeli yang ingin memulai investasi dengan modal kecil.
Di jajaran emiten swasta, PT Hartadinata Abadi Tbk menawarkan harga lebih rendah. Emas 24 karat produksi Hartadinata dibanderol Rp 2.605.000 per gram, atau Rp 124.000 lebih murah dari Antam dan Rp 132.000 di bawah UBS. Untuk pecahan 0,5 gram, Hartadinata tidak mencantumkan harga, namun mulai dari 1 gram harganya paling kompetitif di pasar.
Dengan selisih yang cukup signifikan, Hartadinata bisa menjadi alternatif bagi investor yang ingin mengoleksi emas batangan bersertifikat dengan harga lebih terjangkau. Namun, likuiditas saat menjual kembali perlu diperhatikan karena tidak semua gerai menerima buyback emas merek lain.
Catatan: Harga emas Antam sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di Rp 3.168.000 per gram pada 29 Januari 2026. Saat ini harga masih terpaut sekitar Rp 439.000 dari level puncak tersebut. Investor disarankan mencermati arah kebijakan suku bunga global pekan ini sebelum mengambil keputusan beli atau jual.