Badak Sumatra Terakhir di Hutan Mahakam Ulu Tertangkap Kamera, Usianya Lebih Muda dan Akan Jalani Program Bayi Tabung

Penulis: Yanuar Fahrezi  •  Senin, 15 Juni 2026 | 19:24:31 WIB
Badak sumatra betina produktif terekam kamera jebak di hutan Mahakam Ulu, Kaltim.

MAHAKAM ULU — Satwa langka yang menjadi ikon konservasi Kalimantan itu muncul kembali dalam rekaman kamera jebak BKSDA Kaltim. Badak sumatra betina tersebut diketahui masih berusia produktif, sebuah temuan yang memberi harapan baru bagi upaya pelestarian spesies yang populasinya diperkirakan tinggal puluhan ekor di alam liar.

Rekaman Kamera Jebak dan Kondisi Satwa

Dari hasil pemantauan, badak tersebut terlihat dalam kondisi sehat dan bergerak aktif di habitat aslinya. Petugas BKSDA menyebut usia satwa ini lebih muda dibandingkan badak betina lain yang sebelumnya terpantau di lokasi yang sama.

“Kondisi fisiknya baik. Ini menjadi indikator bahwa habitat di Mahakam Ulu masih mampu mendukung kehidupan badak sumatra,” ujar Kepala BKSDA Kaltim dalam keterangan yang diterima, Senin lalu.

Program Bayi Tabung untuk Selamatkan Spesies

Badak betina ini akan diikutsertakan dalam program reproduksi berbantuan atau bayi tabung yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama mitra konservasi internasional. Program ini dirancang untuk meningkatkan angka kelahiran badak sumatra yang sangat rendah di alam.

Langkah ini diambil karena perkawinan alami di hutan sulit terjadi akibat populasi yang terpisah-pisah dan jumlah pejantan yang terbatas. Dengan teknologi reproduksi buatan, sel telur dari badak betina akan dibuahi secara in vitro sebelum ditanamkan kembali ke rahim induknya.

Mengapa Badak Sumatra di Kaltem Kritis?

Badak sumatra (Dicerorhinus sumatrensis) termasuk dalam daftar satwa kritis atau critically endangered menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN). Di Kalimantan, populasinya tersisa di beberapa kantong hutan seperti Mahakam Ulu dan Kutai Barat.

Ancaman utama berupa perburuan liar untuk diambil culanya serta fragmentasi habitat akibat alih fungsi lahan menjadi perkebunan dan pertambangan membuat spesies ini sulit berkembang biak secara alami.

Langkah Selanjutnya dari BKSDA Kaltim

BKSDA Kaltim akan memperketat patroli di kawasan hutan Mahakam Ulu untuk mengamankan badak betina tersebut hingga proses reproduksi dimulai. Tim medis dan peneliti juga disiapkan untuk melakukan pemantauan kesehatan secara berkala.

Jika program bayi tabung berhasil, ini akan menjadi pertama kalinya badak sumatra dari Kalimantan Timur lahir melalui teknologi reproduksi buatan. Keberhasilan serupa sebelumnya pernah dicatat di Suaka Rhino Sumatra di Lampung pada 2023.

Reporter: Yanuar Fahrezi
Sumber: prokal.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top