KALIMANTAN TIMUR — Volvo Trucks punya jurus andalan untuk menekan konsumsi bahan bakar yang tidak hanya mengandalkan desain aerodinamis bodi truk. Lewat sistem bernama I-See, truk semi buatan Swedia ini bisa mempelajari topografi jalan yang dilewati, lalu secara otomatis menyesuaikan akselerasi, pengereman, dan pemindahan gigi transmisi. Hasilnya, efisiensi bahan bakar meningkat signifikan, terutama di medan bergelombang.
I-See pertama kali diperkenalkan Volvo pada 2012 sebagai sistem cruise control prediktif. Dua tahun berselang, sistem ini diperbarui dengan kemampuan mengunduh data topografi jalan dari server pusat sebelum truk mencapai tanjakan curam. Kala itu, Volvo mengklaim penghematan bahan bakar mencapai 5 persen.
Pada 2019, Volvo meluncurkan evolusi terbaru bernama I-See PVT-MTM. Sistem ini tidak hanya menggunakan koordinat GPS, tetapi juga peta topografi yang memuat informasi batas kecepatan, bundaran (roundabout), dan kelengkungan jalan. Data tersebut memungkinkan sistem memilih gigi yang tepat untuk berbagai skenario berkendara demi efisiensi maksimal. Jika dipadukan dengan mesin D13TC, penghematan bahan bakar bisa mencapai 7 persen.
Cara kerja I-See terbagi dalam enam tahap. Pertama, sistem menerima data topografi dari server cloud melalui Telematics Gateway (TGW) yang terpasang di truk baru Volvo. Data ini memungkinkan truk membangun momentum dengan mempertahankan gigi setinggi mungkin saat menanjak.
Kedua, I-See menahan perpindahan gigi ke bawah (downshift) saat truk mencapai puncak tanjakan. Ketiga, sistem berhenti mengakselerasi truk begitu mendekati jalan menurun. Keempat, driveline truk dilepaskan sementara (coasting) tepat sebelum turunan dimulai. Kelima, I-See mengontrol pengereman di jalan menurun, hanya mengaktifkan rem saat diperlukan untuk menjaga momentum. Keenam, truk kembali meluncur dan membangun kecepatan menjelang tanjakan berikutnya.
Keunikan I-See terletak pada sistem pembelajarannya. Saat sebuah truk melewati jalan berbukit untuk pertama kalinya, sistem secara otomatis mengirimkan data topografi ke server pusat. Ketika truk Volvo lain melintasi rute yang sama, data tersebut langsung diunduh dan digunakan untuk mengoptimalkan pengaturan kendaraan. Proses ini berjalan otomatis tanpa perlu campur tangan pengemudi, baik ia mengenal jalan tersebut atau tidak.
Volvo menyebut sistem ini tidak hanya menghemat solar, tetapi juga mengurangi emisi diesel. Teknologi yang sama juga disebut bisa diterapkan untuk memperluas jangkauan baterai pada truk listrik Volvo di masa depan.