KALIMANTAN TIMUR — Klub Hapkido Kutai Barat tercatat sebagai salah satu peserta baru dalam kejuaraan Bupati Cup yang mempertemukan puluhan atlet dari berbagai daerah di Kaltim. Meski belum genap setahun beroperasi, para atletnya mampu bersaing dengan klub-klub yang sudah lebih dulu mapan.
Dalam kejuaraan yang berlangsung di Samarinda itu, kontingen Hapkido Kutai Barat tidak pulang dengan tangan kosong. Mereka berhasil mengumpulkan medali dari kategori tanding dan seni jurus.
Pelatih kepala klub, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan bahwa persiapan atlet dimulai sejak awal 2025. Latihan fisik dan teknik digelar tiga kali seminggu di aula olahraga Kecamatan Barong Tongkok.
"Kami tidak menyangka bisa langsung bersaing dengan klub-klub besar. Ini hasil kerja keras atlet yang rata-rata masih duduk di bangku SMP dan SMA," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Pemuda dan Olahraga memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan Hapkido di daerah. Sejak awal tahun, Pemkab telah mengalokasikan anggaran untuk fasilitas latihan dan transportasi atlet ke ajang luar daerah.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kutai Barat menyebut keberhasilan ini sebagai bukti potensi besar atlet muda di wilayah tersebut. "Kami akan terus dorong cabang olahraga bela diri agar Kutai Barat bisa jadi lumbung atlet nasional," katanya.
Usai sukses di Bupati Cup, klub Hapkido Kutai Barat berencana mengikuti Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kaltim pada pertengahan 2026. Jika lolos, atlet akan dipersiapkan untuk Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Jakarta.
Para atlet kini menjalani program latihan tambahan berupa sparing dengan klub dari Samarinda dan Balikpapan. Langkah ini diambil untuk meningkatkan jam terbang dan adaptasi dengan gaya bertarung lawan dari luar daerah.
Keberhasilan Hapkido Kutai Barat di Bupati Cup menjadi angin segar bagi perkembangan olahraga bela diri di wilayah pedalaman Kaltim. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, bukan tidak mungkin atlet dari Sendawar akan mengharumkan nama Indonesia di kancah nasional.