Kakao Kutai Timur Mulai Tembus Pasar Luar Daerah, Pengiriman Perdana ke Sejumlah Kota Dijadwalkan Juni 2026

Penulis: Zaki Mubarak  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 19:04:08 WIB
Kakao Kutai Timur siap memasuki pasar luar daerah dengan pengiriman perdana pada Juni 2026.

SANGATTA — Langkah ini menjadi sinyal diversifikasi ekonomi di wilayah yang selama ini identik dengan batu bara dan kelapa sawit. Kakao Kutim, yang sebagian besar dibudidayakan oleh petani di Kecamatan Muara Wahau dan sekitarnya, dinilai telah memenuhi standar kualitas untuk bersaing di pasar regional.

Pengiriman Perdana ke Mana Saja?

Meski belum dirinci secara detail oleh pihak pemkab, pengiriman perdana yang dijadwalkan pertengahan 2026 tersebut disebut akan menyasar kota-kota besar di Pulau Jawa. Ini merupakan pasar potensial yang selama ini belum tergarap optimal oleh petani kakao setempat.

Mengapa Kakao Mulai Dilirik?

Selama bertahun-tahun, sektor perkebunan di Kutim didominasi oleh sawit. Namun, fluktuasi harga sawit dan kebutuhan akan komoditas bernilai tambah mendorong pemda untuk mendorong kakao sebagai primadona baru. "Kami melihat potensi besar di sini. Kualitas biji kakao Kutim sudah diakui, tinggal bagaimana kita membuka akses pasarnya," ujar Kepala Dinas Perkebunan Kutim dalam sebuah kesempatan.

Fakta Singkat Kakao Kutim

  • Komoditas kakao di Kutim sebagian besar dihasilkan oleh petani di kawasan Muara Wahau.
  • Pengiriman perdana direncanakan pada Juni 2026 ke luar daerah.
  • Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemda mengurangi ketergantungan pada sektor tambang dan sawit.

Dampak bagi Petani Lokal

Kepastian adanya pengiriman perdana ini diharapkan bisa menjadi angin segar bagi petani kakao di Kutim. Selama ini, mereka kerap kesulitan menjual hasil panen dengan harga yang layak karena terbatasnya akses pasar. Dengan adanya pembukaan rute distribusi baru, harga jual di tingkat petani diprediksi akan lebih stabil.

Pemerintah daerah berjanji akan terus mendampingi petani, mulai dari proses budidaya hingga pascapanen, agar kualitas biji kakao tetap terjaga. Jika konsisten, bukan tidak mungkin kakao akan menjadi salah satu andalan ekspor Kutim di masa depan, menggantikan posisi komoditas tambang yang suatu saat akan habis.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top