BALIKPAPAN — Aksi kriminalitas jalanan, terutama curanmor dan begal, menjadi momok bagi para pengemudi ojek online di Kota Balikpapan. Dalam sebuah dialog terbuka dengan Polda Kalimantan Timur, para ojol mengungkapkan keresahan mereka atas meningkatnya intensitas kejahatan yang mengancam keselamatan dan pendapatan sehari-hari.
Dalam pertemuan yang digelar baru-baru ini, para pengemudi membeberkan sejumlah lokasi yang dinilai rawan, termasuk kawasan sepi dan jalanan gelap yang kerap menjadi sasaran pelaku. Mereka meminta aparat kepolisian untuk hadir lebih nyata di lapangan, tidak hanya saat jam sibuk.
“Kami sering dapat order ke daerah sepi, apalagi malam hari. Rasa was-was itu selalu ada,” ujar salah seorang perwakilan ojol dalam forum tersebut. Keluhan ini langsung ditanggapi serius oleh jajaran Polda Kaltim yang hadir.
Menanggapi aspirasi tersebut, pihak Polda Kaltim berjanji akan segera memperbanyak patroli, khususnya pada jam-jam rawan dan di titik-titik yang dianggap berbahaya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk menekan angka kriminalitas yang meresahkan masyarakat.
“Kami akan meningkatkan pengawasan dan kehadiran personel di lapangan. Patroli dialogis juga akan diperkuat agar masyarakat, khususnya pengemudi ojol, merasa aman,” kata perwakilan Polda Kaltim dalam kesempatan yang sama.
Para pengemudi ojol berharap janji peningkatan patroli ini tidak hanya menjadi seremonial belaka. Mereka meminta koordinasi yang lebih baik antara kepolisian dan komunitas ojol agar informasi tentang titik rawan bisa direspons secara cepat.
“Kami siap jadi mitra. Kalau ada info mencurigakan, kami bisa lapor cepat. Tapi polisi juga harus hadir,” tegas pengemudi lainnya. Dialog ini diharapkan menjadi titik awal kolaborasi yang lebih erat antara aparat dan masyarakat dalam menjaga keamanan kota.