KALIMANTAN TIMUR — Bursa transfer musim panas mulai memanas. Raksasa Serie A, Juventus, dikabarkan tengah menjajaki opsi pertukaran pemain dengan Bayern Munchen yang melibatkan dua bek tengah sekaligus: Gleison Bremer dan Kim Min-jae.
Menurut laporan La Gazzetta dello Sport yang dikutip JuventusNews24, skema barter ini muncul karena kedua pemain sama-sama berada dalam situasi yang tidak ideal di klub masing-masing.
Bremer baru saja pulih dari cedera ACL yang membuatnya absen selama 10 bulan. Bek asal Brasil berusia 29 tahun itu langsung kembali menjadi andalan, tapi performanya dinilai belum 100 persen dan masih kerap bermasalah dengan kebugaran.
Kegagalan Juventus lolos ke Liga Champions musim depan menjadi pemicu utama situasi ini. CEO Damien Comolli sebelumnya sudah mengakui bahwa klub mungkin harus melakukan pengorbanan besar di pasar transfer untuk menjaga keseimbangan neraca.
Nama Bremer masuk dalam daftar pemain yang berpotensi dilepas, bersama Andrea Cambiaso dan Khephren Thuram. Ketertarikan Bayern Munchen pun membuka celah bagi kesepakatan barter yang menguntungkan kedua belah pihak.
Di sisi lain, Kim Min-jae mulai tidak betah di Allianz Arena. Bek timnas Korea Selatan itu tidak puas dengan menit bermainnya bersama Bayern dan tertarik kembali ke Italia—negeri tempat ia pernah berjaya.
Kim hanya menjalani satu musim di Napoli, tapi dampaknya luar biasa. Ia membantu I Partenopei mengakhiri puasa gelar Serie A selama 33 tahun dan dinobatkan sebagai bek terbaik Liga Italia pada akhir musim.
Kontrak Kim bersama Bayern Munchen masih berlaku hingga 2028. Hal ini membuat posisi tawar Juventus tidak sepenuhnya kuat.
Juventus sebenarnya terbuka dengan opsi tukar tambah Bremer dengan Kim. Namun, manajemen Bianconeri bersikukuh hanya ingin merekrut pemain berusia 28 tahun itu dengan status pinjaman terlebih dahulu.
Skema yang diinginkan bisa berupa pinjaman dengan opsi pembelian atau kewajiban membeli di akhir musim. Langkah ini diambil semata-mata untuk menjaga kondisi finansial klub setelah kehilangan pemasukan besar dari Liga Champions.
Belum ada kepastian apakah Bayern Munchen bersedia menerima formula tersebut. Situasi ini diperkirakan akan menjadi salah satu pembahasan utama antara kedua klub dalam beberapa pekan ke depan.