Tim SAR Perluas Radius Penyisiran Darat di Hutan ITCIKU Sepaku PPU, Warga Hilang Hari Ketiga Belum Ditemukan

Penulis: Zaki Mubarak  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 12:45:56 WIB
Tim SAR memperluas radius penyisiran darat di hutan ITCIKU Sepaku untuk mencari warga hilang.

PENAJAM PASER UTARA — Tim SAR gabungan masih terus berupaya mencari seorang warga yang dilaporkan hilang di kawasan hutan konsesi PT ITCIKU, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Memasuki hari ketiga pencarian, tim memutuskan untuk memperluas radius penyisiran jalur darat guna menjangkau area yang lebih luas.

Korban dilaporkan tidak kembali setelah masuk ke hutan untuk mencari hewan peliharaan yang hilang. Peristiwa ini memicu operasi pencarian yang melibatkan personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, aparat kepolisian, TNI, serta relawan setempat.

Perluasan Radius Penyisiran untuk Jangkau Area Lebih Luas

Kepala BPBD PPU, melalui keterangan yang diterima, menyebutkan bahwa tim telah menyisir area sekitar titik awal korban terakhir terlihat. Namun, hingga hari ketiga, belum ada tanda-tanda keberadaan korban. "Kami perluas radius penyisiran darat, karena medan di hutan ITCIKU cukup berat dan tertutup," ujarnya.

Pencarian difokuskan pada jalur-jalur yang biasa dilalui warga dan hewan ternak. Tim juga memanfaatkan alat komunikasi dan peluit untuk memberi tanda, dengan harapan korban dapat merespons jika berada dalam jangkauan.

Medan Berat dan Tutupan Hutan Jadi Tantangan Utama

Kawasan hutan ITCIKU dikenal memiliki kontur tanah yang tidak rata dan ditumbuhi vegetasi rapat. Kondisi ini memperlambat pergerakan tim SAR di lapangan. Beberapa titik akses hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki setelah kendaraan roda dua tidak bisa melintas.

Tim juga harus mewaspadai potensi satwa liar dan cuaca yang tidak menentu. Meski demikian, pencarian terus dilakukan sejak pagi hingga sore hari, dengan istirahat hanya saat kondisi benar-benar tidak memungkinkan.

Warga dan Keluarga Berharap Korban Segera Ditemukan

Keluarga korban masih menunggu di posko darurat yang didirikan di dekat pintu masuk hutan. Mereka berharap tim SAR dapat menemukan korban dalam kondisi selamat. "Kami hanya bisa berdoa dan percaya pada upaya tim," kata salah satu kerabat korban.

BPBD PPU mengimbau warga yang hendak memasuki kawasan hutan untuk selalu memberitahu keluarga atau tetangga mengenai rute dan perkiraan waktu kembali. Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top