SAMARINDA — Sebanyak 1.032 petugas kebersihan di Samarinda disiagakan lembur selama perayaan Iduladha tahun ini. Mereka mulai bertugas sejak H-1 untuk memastikan kota tetap bersih meski volume sampah melonjak akibat aktivitas penyembelihan hewan kurban.
DLH Samarinda memperkirakan volume sampah pada Hari Raya Kurban bisa meningkat dua hingga tiga kali lipat dari hari biasa. Limbah seperti kotoran hewan, sisa jeroan, dan tulang menjadi perhatian utama karena berpotensi menimbulkan bau dan gangguan lingkungan jika tidak segera ditangani.
Petugas kebersihan diterjunkan ke titik-titik strategis seperti masjid, lapangan, dan lokasi pemotongan hewan kurban yang tersebar di 10 kecamatan. Armada pengangkut sampah juga ditambah jam operasionalnya agar tidak ada tumpukan yang mengendap terlalu lama.
Selain menyiagakan personel, DLH Samarinda mengimbau warga untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai saat membagikan daging kurban. Imbauan ini sejalan dengan program pengurangan sampah plastik yang sudah digalakkan pemkot sejak beberapa tahun terakhir.
Warga dianjurkan mengganti plastik dengan besek anyaman bambu, daun pisang, atau wadah makanan berbahan kertas. Langkah kecil ini dinilai efektif menekan volume sampah plastik yang biasanya melonjak usai Iduladha.
DLH Samarinda menargetkan tidak ada sampah yang mengendap lebih dari enam jam di lokasi pemotongan. Petugas kebersihan akan berkoordinasi dengan panitia kurban di setiap kelurahan untuk mempercepat proses pengangkutan.
Kepala DLH Samarinda menyebut kesiapsiagaan ini merupakan rutinitas tahunan yang terus diperbaiki. Evaluasi pasca-Iduladha nanti akan digunakan untuk menyempurnakan sistem penanganan sampah pada momen serupa di tahun depan.