Qari Asal Samarinda Imranul Karim Sabet Juara 1 MTQ Internasional 2026 di Rusia, Kalahkan Finalis dari 30 Negara

Penulis: Zaki Mubarak  •  Minggu, 17 Mei 2026 | 14:35:01 WIB
Imranul Karim, qari asal Samarinda, raih juara pertama MTQ Internasional 2026 di Rusia.

SAMARINDA — Imranul Karim, qari asal Kalimantan Timur, sukses menorehkan sejarah dengan menyabet juara pertama MTQ Internasional 2026 di Kazan, Rusia. Kompetisi bergengsi yang berlangsung pada 22–25 April 2026 itu diikuti delegasi dari 30 negara.

Imranul berhasil menumbangkan lima finalis terbaik dunia lainnya di babak puncak. Penilaian dewan juri meliputi ilmu tajwid, fashahah, kualitas vokal, hingga penguasaan maqamat.

Kemenangan di Tengah Persaingan Ketat 30 Negara

MTQ Internasional di Kazan dikenal sebagai salah satu ajang paling prestisius di dunia Islam. Tahun ini, persaingan semakin ketat setelah setiap negara mengirimkan qari terbaiknya.

Imranul harus melewati fase penyisihan yang kompetitif sebelum akhirnya melaju ke babak final. Di puncak acara, ia tampil sempurna dan mengungguli lima finalis lain dari berbagai negara.

Pembinaan Berjenjang LPTQ Jadi Kunci Sukses

Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis M Hanafi, mengonfirmasi bahwa capaian ini merupakan buah dari kolaborasi solid di tingkat daerah. Menurutnya, ekosistem pembinaan Al-Qur'an di Kalimantan Timur berjalan dengan sangat baik.

“Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa ekosistem pembinaan Al-Qur’an di daerah, termasuk di Kalimantan Timur, berjalan dengan baik. Hal ini menjadi modal penting dalam mencetak generasi qari dan qariah yang unggul,” ujar Muchlis di Jakarta.

Muchlis menambahkan, peran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) daerah sangat vital. Pembinaan secara berjenjang dan berkelanjutan, ditambah dukungan penuh pemerintah daerah, menjadi fondasi lahirnya talenta kelas dunia seperti Imranul.

Dukungan Pemda dan Masyarakat Kaltim

Apresiasi tinggi juga mengalir kepada pemerintah daerah dan masyarakat Kalimantan Timur yang konsisten menyokong pembinaan tilawah. Sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan komunitas lokal dinilai menjadi kunci utama.

Kementerian Agama berharap kemenangan historis di Rusia ini bisa menjadi suntikan motivasi bagi anak-anak muda di daerah. “Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk semakin mencintai Al-Qur’an, mempelajarinya dengan baik, serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Muchlis.

Reporter: Zaki Mubarak
Sumber: jurnalborneo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top