BALIKPAPAN — Perjuangan Muhammad Arif Saprudin di atas tatami Kejurnas FORKI diwarnai rintangan fisik yang berat. Remaja yang akrab disapa Arif ini harus bertanding dengan kondisi bahu yang belum pulih total sejak masa persiapan di Jakarta. Ia mengalami dislokasi bahu pertama saat menjalani pemusatan latihan, yang membuat porsi latihannya tidak maksimal menjelang keberangkatan.
Di nomor Kumite 55 kilogram kelas Under-21 (U-21), Arif menjalani total lima pertandingan. Laga pertama menjadi ujian terberat. "Pertandingan pertama adalah yang paling berat. Kondisi bahu belum 100 persen dan poin saya sempat tertinggal. Namun, saya mencoba bertahan dan terus berjuang," kenang siswa Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) Kaltim itu.
Mental baja Arif benar-benar diuji kala berlaga di babak semifinal. Bahu yang sebelumnya cedera kembali bergeser atau dislokasi di tengah pertandingan. Beruntung, tim medis di tepi lapangan sigap memberikan penanganan cepat. Setelah dirawat, Arif justru tampil lepas dan berhasil mengunci tiket menuju partai puncak.
Di final, ia berhadapan dengan karateka asal INKADO Jawa Tengah. Perlawanan sengit terjadi, namun Arif berhasil menumbangkan lawannya dan memastikan medali emas menjadi miliknya. "Tentu sangat senang dan bersyukur alhamdulillah bisa membawa pulang medali emas," ungkap pemuda kelahiran Ambalat, Samboja, Kutai Kartanegara ini.
Kegigihan Arif mendapat apresiasi tinggi dari pelatihnya, Srunita Sari Sukatendel. Mantan karateka nasional ini menilai anak asuhnya memiliki mental juara yang luar biasa. "Bahu Arif sempat bermasalah di semifinal, tetapi setelah dirawat dia justru tampil luar biasa di final," kata Srunita.
Ia menambahkan, prestasi ini menjadi batu loncatan penting. Sebab, peraih emas di Kejurnas FORKI akan dipantau oleh Pelatnas untuk diproyeksikan masuk Timnas Indonesia pada kejuaraan tingkat ASEAN. Namun, fokus terdekat tim pelatih saat ini adalah pemulihan total cedera bahu Arif.
Koordinator Majelis Sabuk Hitam (MSH) INKAI Cabang Balikpapan, Gatot, mengaku bangga dengan pencapaian anak asuhnya. Menurutnya, hasil ini membuktikan bahwa atlet daerah mampu bersaing di level nasional meski hanya mengirimkan satu perwakilan. "Kami hanya mengirim satu perwakilan dan ia berhasil membuktikan bahwa atlet daerah mampu bersaing dan berprestasi di level nasional," pungkas Gatot.
Dalam Kejurnas FORKI kali ini, pengurus pusat (PP) INKAI sukses keluar sebagai juara umum dengan raihan 8 medali emas, 4 perak, dan 5 perunggu. Arif menjadi salah satu kontributor emas yang mengharumkan nama Kalimantan Timur di kancah nasional.