KALIMANTAN TIMUR — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) meluncurkan Program Beasiswa Gerbang Nusantara 2026. Program ini dirancang untuk menjangkau berbagai kalangan pelajar, mulai dari tingkat dasar hingga mahasiswa profesi kedokteran yang tengah menempuh pendidikan di luar daerah.
Program ini terbagi dalam tiga kategori utama. Pertama, Beasiswa Stimulan Prestasi Akademik yang mencakup jenjang Diploma, Sarjana, hingga santri pondok pesantren. Kategori ini memberikan perhatian khusus pada mahasiswa kedokteran dan dokter muda (Co-assistant) dengan bantuan hingga Rp15 juta. Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada anggota Paskibraka tingkat kabupaten dan provinsi tahun 2026.
Kedua, Beasiswa Nawasena yang bersifat inklusif dan menyasar masyarakat kurang mampu terdata dalam DTSEN, penyandang disabilitas, anak yatim piatu, hingga korban bencana alam dan kekerasan seksual. Kategori ini juga memiliki skema khusus bagi mahasiswa Universitas Gunadarma PPU, di mana besarannya disesuaikan dengan nilai UKT masing-masing.
Ketiga, Beasiswa Religi diperuntukkan bagi penghafal kitab suci dari berbagai agama, mulai dari Al-Qur'an (minimal 7 juz), Al-Kitab, Tripitaka, Weda, hingga Sishu dan Wujing. Terdapat pula kuota khusus bagi tiga pemenang seni kaligrafi. Bagi penghafal Al-Qur'an 30 juz yang sebelumnya sudah menerima beasiswa, bantuan periode ini difokuskan pada biaya semester dan pengadaan kitab penunjang.
Pendaftaran untuk kategori Stimulan dan Religi dibuka mulai 12 Mei hingga 10 Juni 2026, dengan target pencairan pada Agustus hingga September. Sementara kategori Nawasena memiliki waktu pendaftaran lebih panjang hingga 10 Juli 2026, karena melibatkan verifikasi faktual dan monitoring lapangan oleh panitia.
Proses pendaftaran dilakukan secara digital melalui situs https://beasiswa.penajamkab.go.id/ menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai basis akun. Seluruh berkas persyaratan wajib diunggah dalam format PDF maksimal 1 MB. Panitia mengingatkan pelamar untuk melakukan screenshot pada hasil resume pendaftaran sebagai bukti sah kepesertaan, karena data yang telah dikirimkan tidak dapat diubah kembali.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat PPU, Hendro, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya fokus pada prestasi akademik umum, tetapi juga memberikan perhatian bagi mahasiswa kedokteran dan penghafal kitab suci. “Masyarakat yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut dapat menghubungi Bagian Kesejahteraan Rakyat Setkab PPU,” ujarnya.
Bagi pencari beasiswa di Kalimantan Timur, program ini menjadi salah satu peluang yang patut dimanfaatkan mengingat cakupan jenjangnya yang luas dan skema bantuan yang variatif. Pastikan seluruh dokumen siap sebelum tenggat pendaftaran ditutup.