BALIKPAPAN — Polda Kalimantan Timur memulai seleksi akademik penerimaan Bintara Polri TA 2026 dengan sistem CAT di tiga lokasi berbeda, yakni SMKN 4 Balikpapan, SMAN 8 Balikpapan, dan SMPN 1 Balikpapan. Seluruh rangkaian ujian diawasi oleh pengawas internal dan eksternal untuk menjamin objektivitas.
Tes akademik dibagi dalam tiga gelombang. Gelombang I pukul 09.00 Wita diikuti 218 peserta—182 pria dan 36 wanita—dengan tingkat kehadiran 100 persen. Pada Gelombang II pukul 11.00 Wita, dari 228 peserta terdaftar, satu peserta pria mengundurkan diri sehingga 227 orang mengikuti ujian.
Gelombang III pukul 12.00 Wita berlangsung lancar dengan 228 peserta hadir seluruhnya, terdiri dari 194 pria dan 34 wanita. Dari hasil Tes Pengetahuan Umum, nilai tertinggi yang diraih peserta mencapai 96, sementara nilai terendah berada di angka 28.
Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yuliyanto menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi mengedepankan prinsip BETAH. “Kami memastikan bahwa seluruh proses seleksi penerimaan Bintara Polri TA.2026 berjalan secara objektif dan transparan. Setiap tahapan diawasi secara ketat oleh pengawas internal maupun eksternal guna menjamin pelaksanaan sesuai prinsip BETAH, sehingga seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan adil,” ujarnya.
Penggunaan sistem CAT disebut sebagai langkah strategis untuk meminimalisir potensi kecurangan. Hasil ujian pun dapat langsung diketahui peserta begitu tes selesai, meningkatkan transparansi proses seleksi.
Polda Kaltim berharap seleksi akademik ini mampu menjaring calon bintara yang berkualitas dan siap mengabdi kepada masyarakat. Dengan pengawasan ketat dan sistem berbasis komputer, proses rekrutmen diyakini menghasilkan personel berintegritas tinggi.
Seluruh rangkaian tes akademik di Balikpapan menjadi salah satu tahapan krusial sebelum peserta melanjutkan ke seleksi berikutnya. Polda Kaltim berkomitmen menjaga kredibilitas penerimaan anggota Polri di wilayah hukumnya.