SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali mengucurkan anggaran miliaran rupiah untuk bantuan perlengkapan sekolah. Tahun ajaran baru 2026/2027, sebanyak 64.000 paket seragam gratis disiapkan bagi pelajar SMA, SMK, MA, dan SLB, baik negeri maupun swasta.
Program ini merupakan agenda prioritas Pemprov Kaltim yang berjalan sejak tahun sebelumnya. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Rahmat Ramadhan menyebut anggaran yang dialokasikan mencapai Rp65 miliar.
Setiap paket bantuan yang diterima siswa terdiri dari kemeja, celana, sepatu, dan tas sekolah. Khusus bagi siswi yang mengenakan busana muslim, paket juga dilengkapi jilbab.
Proses penentuan ukuran seragam dilakukan secara cermat berdasarkan data nama pelajar dari hasil pendataan tahap akhir sekolah. "Proses penentuan ukuran seragam disesuaikan secara cermat dengan nama pelajar berdasarkan hasil pendataan tahap akhir dari pihak sekolah tersebut," ujar Rahmat Ramadhan di Samarinda, Selasa.
Disdikbud Kaltim menargetkan batas akhir kelengkapan data penerima bantuan pada 20 Juli mendatang. Setelah itu, proses penyaluran dari penyedia ke pelajar dijadwalkan berlangsung mulai September hingga pertengahan Oktober 2026.
Pembagian seragam dilakukan secara bertahap dengan target wilayah kota dan kabupaten yang diatur bergiliran. Tujuannya, distribusi berjalan adil dan merata ke seluruh pelosok Kaltim.
Rahmat menambahkan, dari pengalaman tahun sebelumnya, kuota paket seragam mencukupi untuk mengakomodasi seluruh siswa baru. Meskipun terdapat tren penambahan jumlah peserta didik, ketersediaan bantuan tetap terjamin.
"Program penyediaan perlengkapan sekolah gratis ini tentu mampu meringankan beban biaya pendidikan yang harus ditanggung oleh para orang tua siswa di Kaltim," ungkap Rahmat.
Sebanyak 558 satuan pendidikan yang terjangkau meliputi sekolah negeri dan swasta di berbagai kabupaten dan kota. Pemerintah berharap program ini dapat mendorong angka partisipasi sekolah sekaligus menekan angka putus sekolah akibat kendala biaya perlengkapan.