BALIKPAPAN — Konektivitas menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin cepat seiring progres signifikan pembangunan Jalan Tol Seksi 3A-2. Ruas yang menghubungkan Tol Balikpapan-Samarinda dengan kawasan inti IKN ini mampu memangkas durasi perjalanan dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan menjadi hanya satu jam.
Saat ini, pengerjaan fisik terus dikebut untuk mengejar target penyelesaian pada 31 Desember 2026. Meski sudah memasuki tahap fungsional, jalur ini masih memerlukan uji kelayakan menyeluruh sebelum dibuka secara komersial untuk masyarakat umum pada awal tahun 2027.
Plt Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyatakan bahwa pencapaian tahap fungsional ini merupakan bukti kesiapan perusahaan dalam menangani proyek strategis nasional. Kondisi geografis Kalimantan yang menantang menjadi parameter utama dalam pengerjaan jalur bebas hambatan tersebut.
“Fungsionalnya ruas ini menunjukkan kesiapan Hutama Karya dalam mengerjakan proyek strategis dengan kompleksitas tinggi, baik dari sisi teknis maupun kondisi geografis, serta mendukung percepatan konektivitas menuju IKN,” ujar Hamdani dalam keterangan resminya.
Sebelum dioperasikan penuh, jalan tol ini sempat difungsikan secara terbatas untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas pada periode Natal dan Tahun Baru 2025–2026. Selain itu, jalur ini juga disiapkan untuk membantu kelancaran arus mudik Lebaran 2026 guna mengurai potensi kemacetan di jalur eksisting.
Pembangunan Tol IKN Seksi 3A-2 menghadapi tantangan teknis yang tidak mudah. Tim di lapangan harus berhadapan dengan kondisi tanah labil jenis clay shale yang rentan terhadap pergeseran. Masalah ini diperumit dengan tingginya curah hujan di wilayah Kalimantan Timur yang kerap memengaruhi stabilitas lereng dan produktivitas alat berat.
Guna mengatasi kendala tersebut, Hutama Karya menerapkan sejumlah teknologi konstruksi digital. Penggunaan Building Information Modeling (BIM) dipadukan dengan Light Detection and Ranging (LiDAR) serta drone photogrammetry untuk memastikan akurasi pemetaan dan manajemen proyek secara real-time.
Saat ini, fokus pekerjaan meliputi penyelesaian struktur slab-on-pile, pemasangan steel box girder pada titik-titik tertentu, serta perkerasan jalan. Selain aspek struktural, pekerja juga melakukan proteksi lereng dan beautifikasi agar ruas tol tetap aman dan memiliki estetika yang baik.
Proyek yang dimulai sejak Desember 2023 ini memiliki spesifikasi teknis yang disesuaikan dengan kontur lahan. Lingkup pekerjaan mencakup pembangunan jalan at-grade sepanjang 2,34 kilometer dan struktur elevated pile slab sepanjang 1,745 kilometer. Jalur ini dirancang memiliki dua lajur dengan lebar masing-masing 11,25 meter.
Selain jalan utama, proyek ini juga mencakup pembangunan jembatan, simpang susun Karangjoang, serta exit tol yang akan menghubungkan kawasan Balikpapan dengan Penajam Paser Utara (PPU). Infrastruktur ini diharapkan menjadi urat nadi baru bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah penyangga IKN.
Pengerjaan ruas Tol IKN Seksi 3A-2 dilakukan melalui skema Integrated Joint Operation. Dalam konsorsium ini, PT Hutama Karya (Persero) bekerja sama dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Nindya Karya, dan PT Brantas Abipraya (Persero) untuk memastikan standar kualitas nasional terpenuhi tepat waktu.