Dell XPS 16 (2026): Kembalinya Sang Ikon yang Lebih Tipis dan Ringan

Penulis: Wendra Kusuma  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 22:37:01 WIB
Dell XPS 16 (2026) hadir dengan desain lebih tipis dan ringan tanpa kartu grafis diskrit.

Dell resmi menghidupkan kembali lini flagship XPS 16 pada 2026 sebagai jawaban atas permintaan konsumen setianya yang merindukan identitas seri premium. Laptop ini tampil lebih ringan dengan layar OLED memukau, meski harus menanggalkan kartu grafis diskrit demi estetika ramping. Langkah strategis Dell ini mempertegas persaingannya melawan dominasi MacBook Pro di pasar produktivitas kelas atas.

Dell akhirnya membatalkan peleburan lini XPS ke seri "Premium" setelah mendapat gelombang kritik dari para loyalis. Pabrikan asal Texas ini mengembalikan nama XPS 16 sebagai kasta tertinggi dalam jajaran laptop konsumer mereka. Model 2026 ini membawa transformasi desain radikal yang mengutamakan portabilitas ekstrem dibandingkan pendahulunya.

Desain Minimalis yang Menanggalkan GPU Diskrit

Dimensi 13,88 x 9,35 x 0,58 inci membuat Dell XPS 16 (2026) jauh lebih ramping. Bobotnya menyusut drastis sekitar 0,45 kilogram menjadi hanya 1,65 kilogram. Pengurangan massa yang signifikan ini terjadi karena Dell meniadakan opsi kartu grafis (GPU) diskrit, sebuah keputusan yang berpotensi memicu debat di kalangan pro-sumer.

Sasis aluminium dengan palm rest berbahan Gorilla Glass memancarkan kemewahan yang sulit ditandingi laptop Windows lain. Namun, ambisi estetika ini membatasi fleksibilitas konektivitas. Pengguna hanya mendapatkan tiga port Thunderbolt 4 (USB-C) dan satu headphone jack.

Keterbatasan ini memaksa pengguna bergantung pada dongle untuk menyambungkan perangkat berbasis USB-A atau HDMI. Strategi ini menyerupai lini MacBook Air milik Apple. Namun, pendekatan Dell terasa kurang praktis jika dibandingkan Asus Zenbook A16 atau Acer Swift 16 AI yang masih menyediakan port beragam.

Performa Core Ultra Tanpa Grafis Tambahan

Dapur pacu XPS 16 (2026) mengandalkan prosesor Intel Core Ultra X7 358H yang berpadu dengan RAM LPDDR5X-9600 sebesar 32GB. Tanpa dukungan GPU Nvidia RTX, grafis terintegrasi Intel Arc B390 memikul seluruh beban visual. Keputusan ini memosisikan XPS 16 untuk produktivitas berat dan manajemen dokumen, bukan penyuntingan video profesional atau gaming intensif.

Pengujian performa menggunakan Geekbench 6 mencatatkan skor multi-core sebesar 16.975. Angka ini kompetitif di ekosistem Intel, namun masih tertinggal dari efisiensi superior chip berbasis ARM. Berikut adalah rincian performa teknisnya:

  • Geekbench 6 (Multi-core): Dell XPS 16 (16.975) vs Asus Zenbook A16 Snapdragon X Elite (22.733).
  • Video Transcoding (Handbrake 4K ke 1080p): Selesai dalam waktu 4 menit 1 detik.
  • Transfer File: Kecepatan rata-rata menembus 1.782 MBps untuk file sebesar 25GB.

Sistem manajemen termal Dell terbukti superior dalam menjaga suhu perangkat. XPS 16 mampu mempertahankan performa stabil tanpa panas berlebih yang mengganggu kenyamanan. Laptop ini tetap dingin meski digunakan bekerja di atas pangkuan dalam durasi lama.

Layar OLED dan Kualitas Rancang Bangun Premium

Panel OLED touch display menjadi daya tarik utama dengan visual tajam dan kontras tinggi. Pengalaman multimedia ini kian lengkap berkat kualitas speaker solid serta peningkatan signifikan pada webcam. Dell memastikan kualitas konferensi video kini jauh lebih jernih bagi pengguna profesional.

Papan ketik dan touchpad mendapatkan penyempurnaan desain yang meningkatkan responsivitas ketikan. Estetika minimalis tetap terjaga tanpa mengorbankan fungsionalitas harian. Engsel layar yang kokoh memungkinkan pengguna membuka laptop hanya dengan satu tangan, sebuah detail kecil yang menunjukkan kualitas rancang bangun kelas wahid.

Harga dan Ketersediaan

Kemewahan ini dibanderol mulai dari $1.749 atau sekitar Rp27,9 juta untuk model dasar. Sementara itu, unit pengujian dengan spesifikasi lebih tinggi menyentuh angka $2.349 atau berkisar Rp37,5 juta. Dell memosisikan perangkat ini bagi mereka yang mengutamakan status dan portabilitas di atas performa grafis murni.

Bagi konsumen di Indonesia, Dell XPS 16 menjadi alternatif terkuat bagi mereka yang ingin berpindah dari ekosistem macOS. Kualitas perangkat kerasnya mampu menandingi standar tinggi yang selama ini dikuasai Apple. Laptop ini adalah jawaban bagi profesional yang menginginkan kemewahan dalam balutan Windows.

Reporter: Wendra Kusuma
Back to top