Pemkab Kutim Segera Operasikan Jalan Strategis 22 Kilometer di Bengalon

Penulis: Zaki Mubarak  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 15:48:55 WIB
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman meninjau kesiapan jalan strategis 22 kilometer di Kecamatan Bengalon.

SANGATTA — Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman meninjau langsung kesiapan proyek peningkatan jalan nasional di kawasan Simpang Perdau, Kecamatan Bengalon, baru-baru ini. Peninjauan ini bertujuan memastikan kualitas jalur yang menghubungkan Bengalon menuju Kecamatan Batu Ampar sebelum resmi dibuka untuk masyarakat umum.

Jalur ini memiliki peran vital sebagai urat nadi transportasi antar-kecamatan hingga antar-kabupaten di wilayah Kutai Timur. Dengan tuntasnya tahap semenisasi, akses yang sebelumnya merupakan jalur tanah kini berubah menjadi jalan permanen yang lebih kokoh dan tahan lama.

”Kami ingin memastikan bahwa jalan ini benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kutai Timur,” ujar Ardiansyah saat meninjau lokasi pembangunan tersebut.

Kolaborasi Sektor Swasta dan Spesifikasi Teknis Jalan

Pengerjaan infrastruktur ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah daerah dengan PT Kaltim Prima Coal (KPC). Dalam pelaksanaannya, PT Wijaya Karya (WIKA) bertindak sebagai pelaksana teknis yang mengerjakan seluruh tahapan konstruksi di lapangan.

Secara teknis, jalur alternatif ini memiliki total panjang trase 22,05 kilometer. Angka tersebut terbagi menjadi dua bagian utama, yakni jalan utama permanen sepanjang 18,6 kilometer dan jalan pengalih sementara sepanjang 3,45 kilometer.

Meskipun progres fisik semenisasi sudah menyentuh angka 100 persen, pemerintah daerah memberikan catatan khusus sebelum jalur ini beroperasi penuh. Bupati meminta kontraktor memastikan seluruh detail pekerjaan sesuai dengan standar ketahanan infrastruktur daerah.

Fokus pada Aspek Keselamatan dan Drainase Jalan

Ardiansyah Sulaiman memberikan perhatian serius pada fasilitas penunjang keselamatan pengguna jalan. Ia menginstruksikan pelaksana proyek untuk segera melengkapi rambu-rambu peringatan, terutama pada titik-titik rawan seperti tanjakan curam dan tikungan tajam.

”Aspek keselamatan terutama pemasangan rambu dan kenyamanan pengguna jalan juga harus menjadi prioritas sebelum jalan ini diresmikan,” tegasnya.

Selain rambu, kemiringan badan jalan tak luput dari pemeriksaan. Pengaturan kemiringan yang tepat dinilai krusial untuk mencegah terjadinya genangan air yang berisiko merusak struktur semenisasi dan membahayakan pengendara saat hujan deras.

“Saya menyoroti kemiringan jalan, karena ini sangat penting untuk memastikan air tidak menggenang dan merusak badan jalan,” pungkas Ardiansyah.

Reporter: Zaki Mubarak
Back to top