Tangkis Kritik Akademisi, Gubernur Kaltim Klaim Masih Gunakan Mobil Pribadi

Penulis: Redaksi  •  Senin, 23 Februari 2026 | 22:10:10 WIB
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud menjelaskan penggunaan kendaraan dinas senilai Rp8,5 miliar.

SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, akhirnya angkat bicara terkait pengadaan kendaraan dinas pimpinan daerah senilai Rp8,5 miliar yang menuai kritik tajam. Rudy menegaskan bahwa hingga detik ini, dirinya belum menggunakan fasilitas tersebut untuk operasional di wilayah Kaltim.

1. Klarifikasi Penggunaan Kendaraan

Gubernur mengklaim bahwa mobilitasnya di Kalimantan Timur masih ditopang oleh aset pribadi. Ia menekankan bahwa kendaraan dinas yang menjadi polemik tersebut justru disiagakan di Jakarta untuk kepentingan diplomasi daerah.

"Sampai hari ini Pemprov Kaltim belum menyediakan kami mobil untuk di Kalimantan Timur. Jadi tidak ada mobilnya. Mobil yang saya pergunakan hari ini adalah mobil pribadi," tegas Rudy, Senin (23/2/2026).


2. Alasan Strategis & Marwah IKN

Rudy menjelaskan, posisi Kaltim sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) menuntut standar fasilitas yang mumpuni untuk menyambut tamu-tamu global dan investor internasional yang transit melalui Jakarta.

Ringkasan Justifikasi Pengadaan:

KomponenPenjelasan Gubernur
Lokasi UnitBerada di Jakarta (Operasional Ibu Kota).
Fungsi UtamaMenyambut tamu global & kepala daerah se-Indonesia.
Dasar AturanPermendagri Nomor 7 Tahun 2006.
SpesifikasiKapasitas mesin 3.000 cc (Sesuai regulasi).
FilosofiMenjaga marwah Kaltim sebagai "Miniatur Indonesia".

3. Kritik Tajam Akademisi: "Gagal Empati"

Di sisi lain, pengadaan ini dianggap sebagai pemborosan oleh kalangan akademisi. Herdiansyah Hamzah (Castro) dari Universitas Mulawarman menilai Gubernur telah gagal menyusun skala prioritas di tengah kebutuhan sektor publik yang masih minim pendanaan.

"Gubernur gagal melihat skala prioritas. Apakah mobil dinas yang didahulukan atau sektor publik seperti kesehatan dan pendidikan? Ini masalah empati terhadap masyarakat," kritik Castro.


 

Reporter: Redaksi
Back to top