Bankaltimtara Jadi Donatur Terbesar, Dana ZIS Kaltim 2025 Meroket Tajam

Penulis: Rian Murdani  •  Senin, 23 Februari 2026 | 15:32:04 WIB
BAZNAS Kaltim berhasil menghimpun zakat sebesar Rp 20,6 miliar sepanjang tahun 2025.

SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur mencatatkan pencapaian historis. Pada tahun buku 2025, total dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang berhasil dihimpun mencapai Rp 20,6 miliar. Angka ini merefleksikan tren pertumbuhan positif yang konsisten sejak lima tahun terakhir.

Ketua BAZNAS Kaltim, Ahmad Nabhan, memaparkan data ini dalam agenda "Kaltim Berzakat" yang berlangsung di Olah Bebaya, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Senin (23/2/2026).

Grafik Pertumbuhan ZIS Kaltim (2021–2025)

Peningkatan pengumpulan dana ZIS menunjukkan akselerasi yang tajam, terutama dalam tiga tahun terakhir:

TahunTotal PengumpulanPertumbuhan (YoY)
2021Rp 6,8 Miliar-
2022Rp 8,7 Miliar± 28%
2023Rp 14,4 Miliar± 65%
2024Rp 16,6 Miliar± 15%
2025Rp 20,6 Miliar± 24%

Faktor Pendorong dan Kontributor Utama

Ahmad Nabhan menjelaskan bahwa lonjakan ini dipicu oleh semakin masifnya partisipasi dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta sektor swasta.

Entitas dengan Kontribusi Signifikan:

PT BPD Kaltim Kaltara (Bankaltimtara): Menyerahkan zakat sebesar Rp 3,6 miliar.

PT Migas Mandiri Pratama (MMP): Menyerahkan zakat sebesar Rp 160 juta.

Sektor Publik: RSKD Balikpapan dan Dinas Kehutanan Kaltim tercatat sebagai kontributor terbesar di lingkungan Pemprov.

Penyaluran Berbasis Dampak Sosial

Dana yang terkumpul tidak hanya mengendap sebagai angka, melainkan langsung disalurkan melalui lima pilar program strategis BAZNAS:

Pendidikan: Beasiswa dan dukungan fasilitas belajar.

Kemanusiaan: Bantuan bencana dan jaminan sosial.

Ekonomi: Pemberdayaan UMKM dan bantuan modal usaha.

Advokasi & Dakwah: Syiar Islam dan pembinaan mualaf.

“Semakin besar zakat yang dikumpulkan, semakin luas pula jangkauan manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat rentan. Kami optimis pengelolaan yang transparan akan terus meningkatkan kepercayaan muzakki,” pungkas Nabhan.

Pemerintah Provinsi Kaltim berharap pencapaian ini menjadi katalisator bagi dunia usaha lainnya untuk lebih aktif menyalurkan zakatnya melalui lembaga resmi, guna mendukung program pengentasan kemiskinan dan kesenjangan sosial di Kalimantan Timur.

Reporter: Rian Murdani
Back to top