SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) resmi mengalihkan paradigma pengembangan aparatur dari sekadar pelatihan rutin menjadi investasi strategis. Mewakili Gubernur Rudy Mas’ud, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, membuka Rapat Kerja Teknis (Rakertek) BPSDM Kaltim 2026 dengan visi besar: Akselerasi Kinerja melalui ASN Corporate University (CorpU), Selasa (10/2/2026).
Langkah ini menandai pergeseran fundamental di mana pembelajaran ASN kini dirancang untuk menjawab langsung tantangan organisasi dan percepatan pembangunan daerah.
Sri Wahyuni menegaskan bahwa konsep Corporate University bukan sekadar perubahan nomenklatur. Di era teknologi yang melaju pesat, ASN tidak bisa lagi terjebak dalam tata kelola pemerintahan yang kaku.
“Pembelajaran harus dirancang sebagai investasi strategis yang selaras dengan tujuan organisasi. ASN dituntut profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kinerja. Kita ingin BPSDM Kaltim menjadi center of excellence yang mampu merancang kurikulum berbasis kebutuhan nyata,” tegas Sri Wahyuni.
Berdasarkan rekapitulasi Analisis Kebutuhan Pengembangan Kompetensi Pegawai (AKPK), skala pengembangan kapasitas di Kaltim tahun ini tercatat sangat masif:
| Kategori Analisis | Statistik Data |
|---|---|
| Rencana Pelaksanaan | 35.469 Rencana |
| Fokus Kompetensi | 2.459 Titik Fokus |
| Perangkat Daerah Terlibat | 47 Instansi |
| Usulan Fasilitasi Kab/Kota | 6.674 Usulan |
| Usulan Kerja Sama Daerah | 287 Usulan |
Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi, menjelaskan bahwa AKPK menjadi dasar utama penentuan arah kebijakan. Tingginya angka usulan dari pemerintah kabupaten/kota (mencapai lebih dari 6.000 usulan fasilitasi) menunjukkan komitmen kolektif untuk membangun kualitas aparatur yang merata di seluruh Bumi Etam.
Penerapan Smart Learning melalui digitalisasi dan skema pembelajaran terintegrasi menjadi prioritas utama. Pemprov Kaltim juga akan memperkuat jejaring dengan perguruan tinggi serta praktisi profesional untuk memastikan materi pembelajaran tetap relevan dengan dinamika pasar dan birokrasi global.
Pembangunan SDM melalui Corporate University ini diharapkan menjadi motor penggerak birokrasi yang lebih lincah (agile), transparan, dan mampu memberikan pelayanan publik yang jauh lebih efektif di masa depan.