KALIMANTAN TIMUR — Menyusun anggaran pernikahan sering memicu gesekan antara pasangan dan orang tua. Perbedaan ekspektasi soal jumlah tamu hingga konsep acara bisa membuat rencana nikah jadi tegang. Delapan langkah berikut membantu Anda menyamakan persepsi soal biaya tanpa merusak hubungan keluarga.
Pernikahan adalah momen sekali seumur hidup, tetapi bukan berarti harus menguras tabungan atau berutang. Banyak pasangan akhirnya berselisih dengan calon mertua karena urusan biaya. Padahal, akar masalahnya biasanya bukan soal angka, melainkan ekspektasi yang tidak pernah dibicarakan sejak awal.
1. Sepakati Angka dengan Pasangan Lebih Dulu
Sebelum melibatkan calon mertua, Anda dan pasangan wajib punya gambaran anggaran yang sanggup ditanggung. Hitung berdasarkan tabungan, pemasukan, dan kebutuhan setelah menikah. Kesepakatan ini jadi pondasi batasan biaya agar tidak mudah goyah saat ada permintaan tambahan.
2. Bedakan Uang Pasangan dan Bantuan Keluarga
Jika orang tua menawarkan bantuan, tanyakan nominal atau bentuknya secara jelas. Jangan berasumsi semua kebutuhan pesta otomatis ditanggung keluarga. Dengan begitu, Anda tahu bagian mana yang masuk dana pribadi dan mana yang dibantu.
3. Tanyakan Ekspektasi Pesta Sejak Awal
Ngobrol santai soal konsep pernikahan yang diinginkan masing-masing keluarga. Bisa jadi calon mertua punya bayangan soal jumlah tamu atau acara tertentu yang belum pernah dibicarakan. Lebih baik tahu sekarang daripada ribut di tengah persiapan.
4. Sampaikan Batas Budget Bukan Sebagai Larangan
Kalimat "nggak boleh lebih dari segini" bisa terdengar seperti penolakan, apalagi kepada orang yang lebih tua. Jelaskan alasannya secara terbuka, misalnya demi menjaga dana darurat atau biaya tempat tinggal setelah menikah. Yang dibicarakan bukan sekadar angka, tapi alasan di baliknya.
5. Buat Pembagian Kebutuhan Berdasarkan Prioritas
Pisahkan kebutuhan jadi tiga kelompok: wajib ada, bisa disesuaikan, dan tambahan kalau dana memungkinkan. Cara ini membuat diskusi lebih konkret daripada sekadar bilang anggaran terlalu mahal. Jika ada permintaan baru, Anda bisa melihat bersama pos mana yang masih bisa digeser.
6. Tanyakan Sumber Dana untuk Permintaan Tambahan
Misalnya calon mertua ingin menambah jumlah tamu karena ada kerabat yang harus diundang. Jangan langsung berdebat soal boleh atau tidaknya. Tanyakan dengan tenang apakah penambahan itu juga disertai tambahan dana, karena setiap permintaan punya konsekuensi biaya.
7. Libatkan Pasangan Sebagai Jembatan
Kalau Anda canggung membicarakan uang dengan calon mertua, jangan hadapi sendirian. Pasangan sebaiknya ikut menjelaskan kondisi keuangan kalian karena dia punya posisi penting di keluarganya. Saat ada perbedaan pendapat, pasangan bisa jadi penerjemah keinginan kedua pihak.
8. Jangan Bandingkan dengan Pernikahan Orang Lain
Kalimat "anak tetangga saja bisa pesta segini" atau "saudaranya dulu menikah di gedung itu" hanya memperkeruh suasana. Setiap pasangan punya kondisi finansial berbeda. Fokus saja pada kesepakatan yang sudah dibuat bersama, bukan pada standar pihak lain.
Menentukan batasan anggaran pernikahan dengan calon mertua memang butuh kesabaran ekstra. Kuncinya adalah komunikasi terbuka dan kesepakatan dengan pasangan sebelum melibatkan keluarga besar.