Pencarian

Pemkab Berau Dorong Kuliner Tradisional Jadi Produk Usaha, Libatkan Hotel hingga Lomba Ancur Paddas

Kamis, 24 September 2026 • 13:07:02 WIB
Pemkab Berau Dorong Kuliner Tradisional Jadi Produk Usaha, Libatkan Hotel hingga Lomba Ancur Paddas
Wakil Bupati Berau Gamalis menghadiri Festival Jajanan Tradisional Nusantara di Tanjung Redeb.

Pemerintah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, mengarahkan kuliner tradisional sebagai produk usaha yang memperkuat ekonomi warga dan sektor pariwisata, bukan sekadar pelestarian budaya. Upaya itu diwujudkan lewat Lomba Ancur Paddas dan Puncak Rasul yang dirangkai Festival Jajanan Tradisional Nusantara di Tanjung Redeb. Wakil Bupati Berau Gamalis mendorong hotel-hotel setempat menyajikan makanan khas daerah sebagai menu sarapan tamu.

TANJUNG REDEB — Festival Jajanan Tradisional Nusantara yang digelar di Tanjung Redeb, Berau, Rabu, menjadi ajang memperkenalkan kembali beragam kuliner khas daerah kepada masyarakat. Kegiatan itu dirangkai dengan Lomba Ancur Paddas dan Puncak Rasul yang diikuti organisasi perangkat daerah (OPD) serta peserta kategori umum.

Wakil Bupati Berau Gamalis menyatakan kegiatan tersebut menjadi momentum memperkenalkan kuliner khas Berau sekaligus mendorong pengembangannya agar memiliki nilai ekonomi.

"Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali beragam kuliner khas Berau kepada masyarakat, sekaligus mendorong pengembangan kuliner tradisional memiliki nilai ekonomi," ujar Gamalis saat hadir dalam acara itu.

Kuliner Khas Berau Diarahkan Jadi Usaha, Bukan Cuma Tampil di Festival

Menurut Gamalis, pemda ingin kuliner khas Berau tidak hanya muncul ketika ada kegiatan atau festival. Kuliner tradisional dinilai bisa dikembangkan menjadi usaha yang berkelanjutan.

Pengembangan itu dapat melibatkan berbagai sektor, termasuk perhotelan yang dinilai memiliki ruang strategis untuk memperkenalkan makanan khas daerah kepada wisatawan.

"Pengembangan kuliner tradisional dapat melibatkan berbagai sektor, termasuk perhotelan yang dinilai memiliki ruang strategis untuk memperkenalkan makanan khas daerah kepada wisatawan," ujarnya.

Hotel di Berau Diminta Sediakan Makanan Tradisional untuk Sarapan Tamu

Gamalis mendorong hotel-hotel di Berau menyediakan makanan tradisional sebagai salah satu pilihan menu sarapan bagi para tamu. Dengan begitu, wisatawan yang datang ke Berau bisa mengenal makanan khas daerah setempat.

Festival tersebut tidak hanya menyajikan jajanan tradisional. Minuman khas Batiwakkal Punch juga diperkenalkan melalui sesi tester kepada pengunjung.

Beragam sajian itu menjadi bagian dari upaya memperluas pengenalan kuliner lokal sekaligus membuka peluang pengembangannya menjadi produk usaha.

Daftar Juara Lomba Ancur Paddas dan Puncak Rasul

Lomba Ancur Paddas kategori OPD dimenangi Dharma Wanita Persatuan Dinas Perhubungan dengan nilai 325. Peringkat berikutnya Dinas Pendidikan dengan nilai 323 dan Dinas Pemuda dan Olahraga dengan nilai 320.

Kategori umum lomba Ancur Paddas diraih PKK Kabupaten Berau dengan nilai 345, disusul Bankaltimtara dengan 327 dan UPPKA Bunga Matahari dengan 320.

Untuk Lomba Puncak Rasul kategori OPD, Kesbangpol keluar sebagai juara pertama dengan nilai 365. Sekretariat Daerah menyusul dengan 355 dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga dengan 348.

Kategori umum Puncak Rasul dimenangi SMAN 12 Berau dengan nilai 346, kemudian Persatuan Wredatama RI Berau dengan 341 dan PKK Kecamatan Biduk-Biduk dengan 330.

Harapan agar Kuliner Tradisional Berau Terus Berjalan

Gamalis berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai perlombaan. Menurutnya, festival ini harus menjadi bagian dari upaya menjaga keberadaan kuliner tradisional sekaligus mengembangkan potensi ekonomi dan pariwisata daerah.

Langkah Pemkab Berau menyasar dua sisi sekaligus: pelestarian resep dan bahan lokal, serta pembukaan pasar baru lewat sektor perhotelan dan usaha kuliner warga.

Follow kaltimnow.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks