KALIMANTAN TIMUR — Data penjualan mobil nasional periode Agustus 2026 menunjukkan pergeseran yang makin jelas ke arah kendaraan listrik. Pasar BEV mencetak 17.413 unit, melonjak 24,63 persen dibandingkan Juli yang hanya 13.973 unit. Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang tahun dan menandai pertama kalinya penjualan BEV bulanan menembus level 17 ribu unit.
Pertumbuhan itu tidak diikuti segmen lain. Mobil bensin turun tipis, hybrid ikut melemah, dan PHEV hanya naik sangat kecil. Toyota masih memimpin penjualan keseluruhan, disusul Daihatsu, tetapi BYD terus mendekat dengan dominasinya di segmen listrik.
BYD Masih Kuasai Pasar BEV, Model Hatchback dan City Car Jadi Pendorong
BYD mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar mobil listrik Indonesia sepanjang Agustus. Pilihan model yang luas, dari hatchback sampai city car, menjadi faktor utama. Harga model BEV di segmen tersebut kini lebih terjangkau ketimbang hatchback dan city car bermesin bensin.
Kondisi ini menjelaskan mengapa BEV bisa melaju jauh sementara hybrid dan PHEV tertahan. Konsumen yang mencari mobil kota murah kini punya alternatif listrik dengan biaya operasional lebih rendah.
PHEV Naik Tipis, Didominasi Produk Grup Chery
Penjualan mobil plug-in hybrid (PHEV) naik dari 1.973 unit pada Juli menjadi 1.993 unit pada Agustus, atau hanya tumbuh 1,01 persen. Kenaikannya jauh lebih kecil dibandingkan BEV, tetapi tetap positif di tengah pasar yang tidak stabil.
Sebagian besar penjualan PHEV berasal dari produk grup Chery, sisanya dari BYD dan Geely. Pilihan modelnya masih terbatas dan mayoritas berupa SUV.
BYD M6 DM menjadi model PHEV terlaris hingga Agustus. Model ini langsung menjadi buruan konsumen sejak kedatangannya. Hanya M6 DM dan Wuling Darion PHEV yang masuk peringkat 10 besar penjualan PHEV, dan keduanya berupa MPV.
Mobil Bensin Turun 4,34 Persen, LCGC Jadi Pengecualian
Penjualan mobil bensin turun dari 57.166 unit pada Juli menjadi 54.683 unit pada Agustus, atau melemah 4,34 persen. Penurunan ini mencakup model MPV, SUV, dan kendaraan komersial.
Segmen LCGC tidak terpengaruh. Hanya mobil non-LCGC dan kendaraan komersial yang mencatat penurunan. Kenaikan harga bahan bakar yang cukup drastis belakangan ini disebut sebagai salah satu pemicunya.
Meski turun, penurunannya tidak sebesar yang diperkirakan. Total penjualan mobil nasional masih terbantu oleh kendaraan ramah lingkungan yang permintaannya terus naik.
Hybrid Ikut Melemah 4,21 Persen, Tersalip BEV
Penjualan mobil hybrid turun dari 8.004 unit pada Juli menjadi 7.667 unit pada Agustus, atau melemah 4,21 persen. Ini terjadi meski hybrid termasuk kendaraan ramah lingkungan seperti PHEV dan BEV.
Penurunan tersebut membuat posisi hybrid di bawah BEV yang kini sudah menembus lebih dari 10 ribu unit. Padahal pilihan model hybrid dan listrik sama-sama banyak, dari SUV, MPV, sampai sedan.
Yang membedakan, BEV kini punya model hatchback dan city car dengan harga lebih terjangkau. Faktor inilah yang membuat penjualannya melesat dibandingkan hybrid dan PHEV.
PHEV masih menjadi kendaraan ramah lingkungan dengan penjualan paling sedikit. Pilihannya memang terbatas, walau dalam beberapa bulan terakhir makin banyak model yang dibawa produsen ke Indonesia, kebanyakan masih berupa SUV.