Pencarian

Bahlil Pastikan Sektor Energi Masuk Agenda Pertemuan Prabowo-Putin di EEF Rusia

Kamis, 03 September 2026 • 15:55:01 WIB
Bahlil Pastikan Sektor Energi Masuk Agenda Pertemuan Prabowo-Putin di EEF Rusia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menerima mandat untuk membahas sektor energi dalam pertemuan bilateral Prabowo Subianto dan Vladimir Putin di Eastern Economic Forum (EEF) Rusia.

KALIMANTAN TIMUR — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menjadi salah satu tamu kehormatan utama dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang berlangsung pada 1-4 September 2026 di Rusia. Selain menyampaikan pidato tentang kerja sama ekonomi, ketahanan energi, dan investasi di kawasan Eurasia-Asia Pasifik, kepala negara diagendakan melakukan pertemuan bilateral working lunch bersama Presiden Vladimir Putin.

Pertemuan itu menjadi momentum untuk menindaklanjuti berbagai komitmen kerja sama kedua negara. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang mendampingi presiden menerima mandat untuk menjadikan sektor energi sebagai bagian utama dari pembahasan bilateral.

Dari Meja Kepala Negara ke Kerja Sama Sektoral

Kementerian ESDM menempatkan kehadiran Bahlil sebagai upaya agar agenda energi di tingkat kepala negara tidak berhenti pada pernyataan politik semata. Instansinya mendorong kesepakatan tersebut diterjemahkan dalam kerja sama sektoral yang konkret, termasuk investasi dan pengembangan infrastruktur energi.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menjelaskan peran strategis menteri dalam delegasi kali ini. "Kehadiran Menteri ESDM dalam kunjungan ini memiliki peran strategis untuk mengawal tindak lanjut agenda energi, serta memastikan komitmen bilateral berjalan sesuai hasil pertemuan kedua kepala negara," kata Anggia, Kamis (3/9/2026).

Peluang Investasi yang Dibidik Kementerian ESDM

Forum EEF juga dimanfaatkan Bahlil untuk memperkuat komunikasi dengan pemerintah dan pelaku usaha Rusia mengenai peluang investasi di sektor energi Indonesia. Penguatan hubungan bilateral ini menjadi bagian dari langkah pemerintah menghadapi kebutuhan energi dalam negeri yang terus meningkat.

Berbagai peluang kerja sama yang muncul masih memerlukan tindak lanjut dan pembahasan komprehensif agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan kedua negara. Kementerian ESDM menyebut pendekatan ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.

Follow kaltimnow.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: akurat.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks