Pencarian

14.795 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim Sepanjang Agustus, BPBD Kerahkan 1.500 Personel dan Bom Air

Jumat, 28 Agustus 2026 • 18:22:31 WIB
14.795 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim Sepanjang Agustus, BPBD Kerahkan 1.500 Personel dan Bom Air
Petugas gabungan memadamkan api di titik karhutla di Kalimantan Timur, Selasa (26/8/2026).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur mencatat 14.795 titik panas (hotspot) selama 1-26 Agustus 2026, memicu status siaga darurat karhutla di provinsi tersebut. Lonjakan ini memaksa pemprov menerjunkan 1.500 personel gabungan serta dua helikopter water bombing untuk menjinakkan api yang diperkirakan telah menghanguskan lebih dari 1.200 hektare lahan.

SAMARINDA — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur memasuki fase kritis. Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kaltim menunjukkan peningkatan titik panas hingga 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan Kabupaten Berau menjadi wilayah terparah.

Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan menyebut kombinasi cuaca kering ekstrem dan indikasi pembukaan lahan ilegal menjadi pemicu utama lonjakan ini. "Kami berkomitmen menangani karhutla secara terpadu melalui pendekatan pencegahan komprehensif, pemantauan intensif, dan penanganan cepat di lapangan," ujarnya di Samarinda, Kamis.

Berau Jadi Penyumbang Titik Panas Terbanyak

Kabupaten Berau mencatatkan 6.004 titik panas, dengan 820 di antaranya berada pada tingkat kepercayaan tinggi. Disusul Kutai Timur dengan 3.003 titik, Kutai Kartanegara 2.426 titik, dan Paser 1.934 titik.

Dampak kebakaran terparah berada di wilayah pedalaman Berau. Akumulasi karhutla sepanjang bulan ini diperkirakan telah menghanguskan lebih dari 1.200 hektare lahan vegetasi dan semak belukar.

Kualitas Udara Memburuk, Kasus ISPA Naik 15 Persen

Asap karhutla mulai menurunkan kualitas udara di sejumlah permukiman ke kategori Tidak Sehat berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Kondisi ini memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada warga lokal hingga 15 persen.

Untuk merespons situasi ini, BPBD Kaltim menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan memperkuat logistik ke kabupaten/kota. Operasi pemadaman melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan masyarakat.

Dua Helikopter Bom Air Dikerahkan ke Titik Kritis

BNPB pusat menerjunkan dua unit helikopter water bombing untuk menjangkau medan sulit di wilayah pedalaman. Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) juga disiapkan sebagai langkah antisipasi jika karhutla meluas.

Pemprov Kaltim telah menetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi serta menerbitkan Surat Edaran Gubernur terkait kesiapsiagaan menghadapi kekeringan dan karhutla. Pemantauan real-time 24 jam dilakukan bersinergi dengan BMKG dan Kementerian Kehutanan.

Penegakan Hukum: Dua Konsesi Lahan Disegel

Polda Kaltim telah menyegel dua area konsesi lahan milik korporasi dan memeriksa sedikitnya lima orang warga yang diduga kuat sengaja melakukan pembakaran lahan. Kebijakan zero burning diterapkan tegas di tengah kondisi cuaca kering.

BPBD Kaltim juga berkoordinasi erat dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) untuk memastikan wilayah penyangga dan kawasan inti IKN tetap aman dari ancaman karhutla.

Pembinaan Desa Tanggap Bencana dan Kelompok Tani Peduli Api

Selain penguatan taktis di lapangan, resiliensi berbasis masyarakat terus digencarkan melalui pembinaan Desa Tanggap Bencana (Destana), Kelompok Tani Peduli Api (KTPA), dan relawan lokal. Masyarakat diminta segera melapor jika menemukan titik api melalui Call Center Kedaruratan BPBD setempat atau saluran resmi Diskominfo Kaltim "Lapor Wal!" yang tersedia di aplikasi Sakti Gemas.

Follow kaltimnow.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks