Pencarian

Bendungan Lempake Samarinda Kritis, TMA di Bawah Normal dan Stok Air Hanya Cukup 10-14 Hari

Kamis, 27 Agustus 2026 • 00:54:31 WIB
Bendungan Lempake Samarinda Kritis, TMA di Bawah Normal dan Stok Air Hanya Cukup 10-14 Hari
Tinggi muka air Bendungan Lempake, Samarinda, tercatat 7,10 MDPL atau di bawah normal akibat kemarau berkepanjangan.

SAMARINDABendungan Lempake yang menjadi salah satu sumber utama air baku bagi warga Samarinda kini berada dalam tekanan serius. Kasat Operasi UPB Bendungan Lempake, Erwin Surya Budiman, menyebut ketersediaan air hanya mampu melayani kebutuhan distribusi selama 10 hingga 14 hari ke depan apabila kemarau terus berlanjut.

Berdasarkan pemantauan terakhir, posisi muka air tercatat 7,10 MDPL. Angka ini sudah masuk kategori di bawah normal dan terus menunjukkan tren penyusutan seiring tingginya intensitas konsumsi warga.

Waduk di Hulu Juga Surut, Pasokan dari Pampang Menipis

Kondisi serupa terjadi pada waduk di bagian hulu yang menjadi pemasok utama Bendungan Lempake. Erwin mengungkapkan, tinggi muka air di Pulau Kewaduk yang berasal dari arah Pampang hanya tersisa sekitar 60 sentimeter pada Rabu pagi.

Padahal, kondisi normal waduk tersebut berada di kisaran 150 hingga 200 sentimeter. "Di atas juga sedang surut. Jadi memang cukup mengkhawatirkan," ujar Erwin kepada awak media, Rabu (26/8/2026).

Distribusi Air Bisa Dihentikan Jika Hujan Tak Kunjung Turun

Meski debit air terus menyusut, layanan distribusi untuk kebutuhan air baku dan irigasi saat ini masih tetap berjalan. Namun, keputusan untuk menghentikan layanan terpaksa akan diambil apabila tidak ada hujan dalam kurun waktu dua pekan ke depan.

"Untuk menghadapi musim kekeringan, berdasarkan analisa dan perhitungan kami, pelayanan distribusi air, baik untuk air baku maupun irigasi, masih bisa sekitar 10 sampai 14 hari," jelas Erwin.

Koordinasi dengan PDAM dan Dinas Pertanian Dipercepat

Menyikapi situasi ini, pihak pengelola bendungan telah berkoordinasi dengan PDAM untuk memastikan kebutuhan air baku masyarakat tetap terlayani. Selain itu, komunikasi dengan Balai Penyuluhan Pertanian dan instansi terkait juga dilakukan untuk mengatur jadwal irigasi lahan pertanian.

Pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) turut diharapkan mampu mendatangkan hujan di wilayah yang membutuhkan. Beberapa wilayah Samarinda memang sempat diguyur hujan dalam beberapa hari terakhir, namun belum cukup untuk memulihkan kondisi bendungan.

"Kita berharap mudah-mudahan ada hujan. Karena kalau tidak ada hujan, distribusi berpotensi terhenti dalam waktu sekitar 10 sampai 14 hari," pungkasnya.

Musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung hingga September bahkan Oktober, sehingga pengelolaan air secara bijak oleh seluruh lapisan masyarakat menjadi krusial untuk mencegah krisis yang lebih luas.

Follow kaltimnow.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: busam.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks