KALIMANTAN TIMUR — BMKG juga mencatat gelombang tsunami dengan ketinggian lebih rendah di sejumlah titik lain di pesisir NTT. Di Kawapante, Flores Timur, ketinggian gelombang mencapai 0,38 meter pada pukul 05.16 WIB, disusul Flores Timur 0,25 meter pada 05.24 WIB, dan Bakalang 0,14 meter pada 05.41 WIB. Sebelumnya, tsunami setinggi 0,3 meter juga sempat terdeteksi di Labuan Bajo.
Ketinggian Gelombang di Tiga Titik Pantau
Data yang dirilis BMKG melalui kanal resminya menunjukkan pola penurunan ketinggian gelombang secara bertahap setelah puncaknya di Maurole. Meski demikian, status waspada tetap diberlakukan hingga seluruh rangkaian aktivitas gempa susulan berakhir. Masyarakat pesisir diminta menjauhi bibir pantai sementara waktu.
Gempa utama berkekuatan M 7 berpusat di darat wilayah Nagekeo. Guncangan dirasakan kuat hingga ke kabupaten tetangga seperti Ende, Sikka, dan Flores Timur, membangunkan warga yang masih terlelap pada dini hari itu.
Dampak Guncangan dan Imbauan Warga
Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa atau kerusakan bangunan akibat guncangan maupun gelombang tsunami. Namun, BMKG mengingatkan potensi gempa susulan yang bisa terjadi kapan saja. Warga di wilayah pesisir diimbau tidak kembali ke rumah atau beraktivitas di pantai sebelum status aman diumumkan.
Peringatan dini tsunami yang dikeluarkan BMKG sempat memicu warga di kawasan pesisir Ende dan Flores Timur berhamburan ke dataran lebih tinggi. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat turun ke lapangan untuk memastikan jalur evakuasi berfungsi dan mengarahkan warga ke titik aman.
Rangkaian Aktivitas Seismik di NTT
Wilayah NTT memang dikenal sebagai salah satu zona seismik aktif di Indonesia karena terletak di pertemuan lempeng tektonik. Gempa M 7 kali ini menjadi pengingat akan risiko megathrust di selatan Flores yang selama ini dipetakan oleh para ahli. Data BMKG menunjukkan episentrum berada di kedalaman dangkal, yang biasanya menghasilkan guncangan lebih merusak dibanding gempa dalam.
Masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada, serta hanya mempercayai informasi resmi dari BMKG. Instansi terkait terus memantau perkembangan aktivitas seismik dan tinggi muka air laut di seluruh pesisir NTT hingga situasi dinyatakan kondusif.