Pencarian

6.120 Hektare Mangrove di Kaltim Direhabilitasi, Desa Sepatin Jadi Bukti Tambak Udang Lebih Produktif

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 10:08:01 WIB
6.120 Hektare Mangrove di Kaltim Direhabilitasi, Desa Sepatin Jadi Bukti Tambak Udang Lebih Produktif
Rombongan Media Gathering M4CR menyusuri Sungai Mahakam untuk melihat hamparan mangrove yang tumbuh subur di Desa Sepatin, Kutai Kartanegara.

KUTAI KARTANEGARA — Rombongan Media Gathering M4CR menyusuri Sungai Mahakam menggunakan perahu motor untuk melihat langsung hamparan hutan bakau yang tumbuh subur di kawasan pesisir Desa Sepatin, Kecamatan Anggana. Pemandangan itu menjadi bukti nyata dari program rehabilitasi yang tidak hanya memulihkan lingkungan, tetapi juga mengubah mata pencaharian warga sekitar.

Mangrove Bukan Lagi Musuh Tambak, tapi Mitra Produktivitas

Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Firman mengungkapkan perubahan cara pandang petambak terhadap hutan pesisir. Mangrove yang dulu kerap dianggap penghalang lahan tambak, kini justru diyakini meningkatkan hasil budidaya udang dan ikan.

"Mangrove adalah mitra yang menjaga keseimbangan alam sekaligus meningkatkan produktivitas usaha. Mangrove untuk masa depan karena berfungsi menjaga abrasi," jelas Firman di Desa Sepatin, Jumat (31/7).

Skema Swakelola Jadi Kunci Keterlibatan Warga

Firman menceritakan awal mula keterlibatannya dalam program ini. Pada 2024, ia mendapat tawaran rehabilitasi dari M4CR dan langsung tertarik karena pola pengelolaannya yang berbeda dari program lain.

"Berbeda dengan program lain, karena M4CR memberi ruang kepada masyarakat untuk menjadi pelaku utama rehabilitasi melalui pola swakelola," tuturnya. Ia kemudian membentuk kelompok tani hutan pada 2025 dan mulai mengajak petambak lain mengubah pola pikir terhadap ekosistem pesisir.

Desa Prioritas yang Menjadi Percontohan

Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Manager BRGM Kalimantan Timur, Asman Azis, menyebut Desa Sepatin sebagai salah satu lokasi prioritas program. Keberhasilan rehabilitasi, menurutnya, sangat bergantung pada komitmen masyarakat dalam menjaga keberlanjutan ekosistem.

"Desa Sepatin merupakan salah satu desa prioritas untuk program rehabilitasi," kata Asman didampingi Sekdes Sepatin, Suwardi.

Target Nasional 32.634 Hektare di Empat Provinsi

Program M4CR merupakan bagian dari upaya nasional pemulihan ekosistem pesisir yang menargetkan rehabilitasi 32.634 hektare mangrove hingga 2027. Selain Kalimantan Timur, program ini menyasar tiga provinsi prioritas lain, yakni Riau, Sumatera Utara, dan Kalimantan Utara.

M4CR dikelola Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) bersama sejumlah kementerian, pemerintah daerah, dan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH). Pendanaan program ini didukung oleh World Bank.

Keberhasilan yang Terlihat Langsung di Lapangan

Dalam kunjungan tersebut, para peserta tidak hanya berdialog dengan kelompok tani hutan, tetapi juga menyusuri kawasan hutan bakau di sepanjang Sungai Mahakam. Pepohonan dengan akar kuat itu tampak tumbuh subur di area penanaman yang berbatasan langsung dengan laut, menjadi bukti nyata bahwa rehabilitasi berbasis masyarakat mampu berjalan berkelanjutan.

Follow kaltimnow.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: poskota.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks