KALIMANTAN TIMUR — Daihatsu tidak hanya menghadirkan penyegaran pada lini produksi massal di GIIAS 2026. Tiga kendaraan konsep—K-Open Concept, K-Vision Concept, dan Mijetto X Concept—menjadi sorotan utama. Ketiganya merepresentasikan arah pengembangan pabrikan Jepang itu pada segmen kendaraan kompak untuk mobilitas perkotaan masa depan.
Tiga Mobil Konsep Kompak: K-Open, K-Vision, dan Mijetto X
Menurut informasi ADM, K-Open Concept mengusung desain terbuka yang fungsional. K-Vision Concept tampil lebih futuristik dengan garis bodi tajam. Adapun Mijetto X Concept disebut sebagai kendaraan mikro efisien untuk mobilitas jarak pendek.
Ketiganya belum diumumkan akan diproduksi massal dalam waktu dekat. Namun, kehadirannya menjadi sinyal jelas segmen mana yang akan digarap Daihatsu ke depan.
New Sigra: Penyegaran Desain Tanpa Ubah Mesin
Di lini produksi, Daihatsu resmi memperkenalkan New Sigra yang mendapat pembaruan pada eksterior dan interior. ADM belum merinci detail perubahan spesifikasi mesin atau fitur keselamatan tambahan pada model ini. Selain Sigra, ADM juga menghadirkan Terios Special Edition yang hanya tersedia selama periode pameran.
Presiden Direktur PT Astra Daihatsu Motor Yasushi Kyoda mengatakan, kehadiran produk baru dan konsep ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. "Sejak 1978, Astra Daihatsu Motor telah berkembang bersama Indonesia dengan menghadirkan solusi mobilitas bagi masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap perkembangan industri otomotif nasional," kata Kyoda dalam sambutannya di media day.
Pangsa Pasar 16,5 Persen dan Ekosistem 2.000 Pemasok
Kyoda memaparkan, sepanjang 2025 Daihatsu membukukan penjualan sekitar 138 ribu unit dengan pangsa pasar 16,5 persen. Capaian ini mempertahankan posisi Daihatsu sebagai merek otomotif terbesar kedua di Indonesia selama 17 tahun beruntun. Ekosistem manufaktur ADM saat ini melibatkan sekitar 2.000 pemasok, termasuk pelaku UKM, dan menciptakan lebih dari satu juta lapangan pekerjaan.
Hingga kini, total produksi Daihatsu di Indonesia telah menembus lebih dari sembilan juta unit kendaraan. Dari jumlah tersebut, lebih dari 1,4 juta unit telah diekspor ke sekitar 60 negara. ADM juga memiliki pusat riset dan pengembangan (R&D) yang berdiri sejak 2013 dan disebut sebagai fasilitas R&D terbesar Daihatsu di Indonesia, dengan 250 insinyur lokal.
Pusat R&D Lokal Jadi Andalan Pengembangan Produk
Fasilitas riset tersebut menjadi tulang punggung pengembangan kendaraan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar domestik. Dengan melibatkan insinyur lokal, Daihatsu mengklaim mampu merespons preferensi konsumen Indonesia lebih cepat. Ini juga menjadi alasan mengapa model seperti New Sigra dan Terios Special Edition bisa hadir dengan perubahan yang relevan bagi pengguna di dalam negeri.