KUTAI BARAT — Kolaborasi antara aparat kepolisian dan lembaga pendidikan di Kabupaten Kutai Barat menghasilkan panen perdana jagung yang langsung bernilai ekonomis. Panen dilakukan di lahan yang selama ini menjadi media pembelajaran praktik pertanian bagi siswa SMK Ave Bungen Tana.
Polisi dan Pelajar Panen Bersama
Kanit Binmas Polsek Barong Tongkok, Aipda Desti Ambarura, bersama Bripda Andi Rizki A.S. turun langsung memanen jagung didampingi Wakil Kepala Sekolah SMK ABT, Alfret Edward Runtunuwu, dan guru pembimbing pertanian, Arga. Para siswa dan siswi SMK ABT juga turut berpartisipasi dalam proses panen hingga pemasaran hasil.
Hasil Panen Langsung Dipasarkan
Dari lahan seluas 0,25 hektare di Kampung Linggang Bigung Baru RT 001, Kecamatan Linggang Bigung, terkumpul 200 kilogram jagung pipil. Hasil panen tersebut langsung dipasarkan kepada warga sekitar dan pengepul sebagai bagian dari produksi pertanian sekolah.
Apa Kata Sekolah dan Polisi?
Wakil Kepala Sekolah SMK ABT, Alfret Edward Runtunuwu, mengapresiasi pendampingan Polsek Barong Tongkok. Menurutnya, kehadiran Polri memberi motivasi tersendiri bagi siswa untuk serius mendalami sektor pertanian.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada Polsek Barong Tongkok yang telah mendampingi dan memberikan semangat kepada para siswa. Sinergi seperti ini menjadi pengalaman berharga bagi peserta didik sekaligus menumbuhkan kecintaan mereka terhadap dunia pertanian," ungkapnya.
Sementara itu, Aipda Desti Ambarura menjelaskan keterlibatan Polri dalam panen jagung ini merupakan upaya mendukung program pemerintah memperkuat ketahanan pangan. Ia juga menyebut kegiatan ini membangun kedekatan dengan dunia pendidikan.
"Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak generasi muda untuk semakin peduli terhadap sektor pertanian. Semangat kebersamaan, kemandirian, dan gotong royong menjadi nilai penting yang terus kami dorong agar mampu mendukung terwujudnya swasembada pangan," ujarnya.
Harapan ke Depan
Kolaborasi antara Polri dan SMK Ave Bungen Tana diharapkan bisa menumbuhkan minat lebih banyak pelajar terhadap pertanian. Sinergi ini juga menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mendukung program pembangunan nasional di sektor pangan, khususnya di Kabupaten Kutai Barat.