Pencarian

Wakil Wali Kota Balikpapan Sebut Keluarga Benteng Utama Hadapi Dampak Negatif Teknologi, Perpres Pertahanan Negara Dikaji Bersama OPD

Senin, 27 Juli 2026 • 03:56:31 WIB
Wakil Wali Kota Balikpapan Sebut Keluarga Benteng Utama Hadapi Dampak Negatif Teknologi, Perpres Pertahanan Negara Dikaji Bersama OPD
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menyampaikan pernyataan mengenai peran keluarga sebagai benteng utama dalam menghadapi dampak negatif perkembangan teknologi.

BALIKPAPAN — Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menekankan peran orang tua tidak bisa digantikan oleh sekolah atau institusi mana pun dalam membangun karakter anak. Menurutnya, keluarga adalah benteng pertama yang harus diperkuat agar generasi muda tidak mudah terpengaruh konten negatif dari internet dan media sosial.

"Yang paling utama adalah keluarga. Orang tua harus hadir mendampingi anak-anaknya. Jangan sampai komunikasi di dalam keluarga terputus, karena itu menjadi benteng pertama dalam membentuk karakter anak," kata Bagus, Senin (27/7/2026).

Kajian Perpres Pertahanan Negara: Pemkot Tak Mau Buru-buru

Pemerintah Kota Balikpapan menyatakan dukungan terhadap kebijakan pusat yang tertuang dalam Perpres Nomor 111 Tahun 2025. Namun, implementasi di daerah, menurut Bagus, tidak bisa dilakukan secara terburu-buru tanpa kajian matang.

"Kami tentu mendukung kebijakan pemerintah pusat. Tetapi setiap kebijakan harus dipelajari terlebih dahulu agar pelaksanaannya tepat sasaran dan sesuai dengan kewenangan pemerintah daerah," ujarnya.

Langkah awal yang akan diambil adalah mengkaji substansi perpres tersebut bersama OPD yang memiliki keterkaitan langsung dengan pembinaan masyarakat dan generasi muda. "Kami akan duduk bersama dengan Disdikbud, DP3AKB, Dinas Kesehatan, serta OPD terkait lainnya. Kami ingin melihat bentuk implementasi seperti apa yang paling tepat diterapkan di Balikpapan," jelas Bagus.

Tantangan Terbesar: Pengawasan Digital Anak

Bagus menilai perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat menjadi tantangan utama saat ini. Ia mengingatkan para orang tua agar lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak-anak mereka.

"Sekarang anak-anak sangat mudah mengakses berbagai informasi. Orang tua harus tahu apa yang ditonton, apa yang dibaca, dan siapa yang menjadi lingkungan pergaulan anak, termasuk di media sosial," ujarnya.

Ia menegaskan pendidikan karakter tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada guru di sekolah. "Ketika anak pulang ke rumah, yang paling banyak bersama mereka adalah keluarga. Karena itu, pendidikan karakter harus dimulai dari rumah," ucap Bagus.

Kolaborasi Lintas Elemen dan Kemungkinan Regulasi Turunan

Wakil wali kota juga mendorong kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga generasi muda. "Kami berharap tokoh agama, tokoh masyarakat, sekolah, pemerintah, hingga Forkopimda dapat berjalan bersama. Persoalan pembinaan karakter bukan hanya tugas satu instansi, tetapi tanggung jawab kita semua," katanya.

Pemerintah daerah juga akan mengkaji apakah diperlukan regulasi turunan sebagai pedoman pelaksanaan di tingkat daerah. "Kalau memang nanti diperlukan aturan yang lebih rinci, tentu akan kami pelajari. Namun kalau ketentuan dari pemerintah pusat sudah cukup menjadi pedoman, maka itu yang akan kami jalankan," jelas Bagus.

Menutup keterangannya, Bagus kembali mengajak seluruh orang tua meluangkan lebih banyak waktu untuk berdialog dengan anak. "Jangan sampai kesibukan membuat kita kehilangan komunikasi dengan anak. Luangkan waktu untuk berdialog, mendengar keluh kesah mereka, dan memberikan pendampingan. Kalau keluarga kuat, saya yakin anak-anak kita akan memiliki karakter yang baik dan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: kaltimkita.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks