SANGATTA — Kelompok tani di pelosok Kutai Timur kini bisa bernapas lega. PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara baru saja menyerahkan paket alat pertanian modern bertenaga listrik di Desa Margomulyo, Kecamatan Rantau Pulung.
Bantuan itu terdiri dari traktor listrik dan sejumlah mesin pengolah tanah. Tujuannya jelas: menggantikan cara-cara lama yang melelahkan dan memakan waktu dengan teknologi yang lebih efisien.
Traktor Listrik Gantikan Cara Manual
Selama ini, petani di Margomulyo mengolah sawah dengan cara tradisional. Kini, dengan traktor listrik, proses pembajakan dan penggemburan tanah bisa selesai dalam hitungan jam, bukan hari.
“Kami sangat terbantu. Biasanya butuh waktu lama dan tenaga ekstra, sekarang tinggal colok listrik, traktor langsung jalan,” ujar salah satu perwakilan kelompok tani setempat dalam keterangan yang diterima, Senin.
Listrik Jadi Solusi Biaya Operasional
PLN memastikan bahwa biaya operasional alat-alat ini jauh lebih murah dibandingkan bahan bakar minyak. Cukup dengan sambungan listrik rumah tangga, petani sudah bisa mengoperasikan traktor dan mesin pengolah hasil panen.
Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kutai Timur menyebut program ini bagian dari elektrifikasi pertanian. “Kami ingin listrik tidak hanya untuk penerangan, tapi juga menjadi penggerak roda ekonomi desa,” katanya.
Dampak Langsung ke Hasil Panen
Dengan percepatan waktu pengolahan lahan, petani bisa menanam lebih cepat dan lebih sering. Musim tanam yang semula hanya sekali setahun, berpotensi menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.
PLN menargetkan program serupa bisa diperluas ke desa-desa lain di Kutai Timur. Saat ini, tahap pertama difokuskan di Desa Margomulyo sebagai percontohan. Jika berhasil, ribuan hektare sawah di wilayah Rantau Pulung dan sekitarnya bakal ikut terlistriki.