SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 Hadirkan 500 Merek dari 16 Negara

Penulis: Uki Damayanti  •  Sabtu, 07 November 2026 | 08:37:31 WIB
Pameran dagang B2B SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 resmi dibuka di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

KALIMANTAN TIMUR — Pameran dagang B2B SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 resmi dibuka di Hall B dan C JIExpo Kemayoran, Jakarta, dengan menghadirkan lebih dari 500 merek dari 16 negara dan wilayah. Ajang yang berlangsung 4-6 November 2026 ini mempertemukan produsen, pemasok, distributor, peritel, hingga pembeli profesional dari dalam dan luar negeri. Penyelenggara memposisikannya sebagai jembatan bagi pelaku usaha lokal, terutama UMKM, untuk menembus pasar ekspor.

Pembukaan pameran berlangsung dengan menghadirkan rangkaian pemangku kepentingan di sepanjang rantai industri makanan dan minuman (F&B). Selain produsen dan distributor, peritel serta pembeli profesional dari berbagai pasar internasional turut hadir sebagai calon mitra transaksi.

Melalui platform business-to-business (B2B), penyelenggara menyediakan ruang bagi peserta untuk memperluas jejaring perdagangan, menjajaki kemitraan strategis, hingga memfasilitasi pertukaran produk dan teknologi. Akses ke pasar lintas negara menjadi salah satu nilai jual utama ajang ini.

Ekspor Makanan Olahan Tembus USD 4,49 Miliar

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menyebut kinerja ekspor makanan olahan nasional terus tumbuh. Pada periode Januari-Agustus 2026, nilainya mencapai USD 4,49 miliar atau naik 13,47% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

"Pertumbuhan ini menunjukkan semakin kuatnya daya saing produk makanan Indonesia di pasar global sekaligus membuka peluang untuk memperluas jangkauan pasar internasional," ujar Fajarini dalam sambutannya.

Menurut dia, kehadiran pameran menjadi momentum membangun hubungan bisnis jangka panjang dan menghasilkan kerja sama konkret. Pemerintah memandang kolaborasi lintas negara sebagai kunci memperluas akses pasar bagi produk dalam negeri.

Pasar Domestik Besar, Tantangan di Sisi Ekspor

Managing Director SIAL Network ASEAN & India, Henri Tan, menilai industri F&B Indonesia punya potensi besar. Pasar domestik yang luas, sumber daya pertanian melimpah, dan ekosistem kewirausahaan yang dinamis menjadi tiga penopang utama.

"Industri F&B Indonesia tidak hanya dikenal sebagai pasar konsumen yang besar, tetapi juga memiliki posisi strategis sebagai pusat produksi dan ekspor di kawasan Asia Tenggara," kata Henri.

Meski begitu, ia mengakui menjangkau pembeli internasional dan menembus pasar luar negeri masih menjadi tantangan tersendiri. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) disebut paling terdampak keterbatasan akses tersebut.

Apa Artinya bagi Pelaku Usaha F&B

Bagi UMKM dan produsen lokal, pameran ini membuka jalur langsung ke pembeli profesional yang biasanya sulit dijangkau. Pertemuan tatap muka dalam forum B2B memungkinkan negosiasi harga, uji sampel produk, dan penjajakan kontrak dagang dalam satu lokasi.

Peserta dari 16 negara dan wilayah juga memberi kesempatan bagi pelaku usaha Indonesia mempelajari standar mutu, kemasan, dan preferensi konsumen di pasar tujuan. Hal serupa berlaku bagi pemasok asing yang ingin masuk ke pasar domestik.

Penyelenggara menargetkan ajang tiga hari ini menghasilkan kerja sama dagang yang terukur, bukan sekadar pameran produk. Bagi investor dan pelaku bisnis, gelaran ini bisa menjadi indikator awal minat mitra internasional terhadap rantai pasok F&B Indonesia menjelang akhir tahun.

Reporter: Uki Damayanti
Sumber: ekbis.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top