KALIMANTAN TIMUR — PT Pertamina (Persero) resmi mengakuisisi hak partisipasi di tiga lapangan minyak dan gas bumi di Cekungan Berkine, Aljazair, melalui afiliasinya PT Pertamina Algeria EP (PAEP). Langkah ini memperluas portofolio hulu migas internasional Pertamina sekaligus menopang pasokan energi dalam negeri. Nilai transaksi dan besaran hak partisipasi belum diungkap perusahaan.
Pertamina menempuh jalur akuisisi lewat PAEP dengan mengambil alih hak partisipasi milik Moeve, perusahaan energi terintegrasi asal Spanyol. Tiga lapangan yang masuk dalam kesepakatan adalah Rhourde el Khrouf (RKF), Bir el Msana (BMS), dan Ourhoud (ORD) — seluruhnya lapangan hidrokarbon darat. Transaksi dijalankan PAEP bersama dua anak usaha Moeve, yakni Cepsa Algérie, S.L.U. dan Cepsa (Rhourde El Rouni), S.L.U.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyatakan ekspansi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan memperkuat ketahanan energi nasional. Menurut dia, langkah tersebut juga memperkokoh portofolio bisnis hulu migas Pertamina di kancah global.
"Langkah ekspansi ini sejalan dengan komitmen Pertamina untuk terus meningkatkan ketahanan energi nasional serta memperkuat portofolio bisnis hulu migas di kancah global," kata Simon dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Kesepakatan telah dicapai, tetapi proses penyelesaian transaksi belum tuntas. Pertamina masih menunggu persetujuan dari otoritas terkait di Aljazair sebelum akuisisi dinyatakan efektif. Perusahaan belum membeberkan nilai transaksi, besaran hak partisipasi yang diambil alih, maupun potensi tambahan produksi dari ketiga lapangan tersebut.
Dalam keterangannya, Pertamina menempatkan akuisisi ini sebagai upaya mengoptimalkan potensi produksi migas melalui pengelolaan operasi yang andal dan berkelanjutan. Penambahan hak partisipasi dinilai akan memperkuat posisi perusahaan dalam pengelolaan aset hulu migas di luar negeri.
Ekspansi di Aljazair merupakan implementasi strategi Bring the Barrel Home. Melalui strategi ini, Pertamina berupaya mengoptimalkan produksi dari aset hulu migas internasional agar turut menambah pasokan minyak dan gas bagi Indonesia.
PAEP sendiri bukan pemain baru di Aljazair. Perusahaan ini merupakan anak usaha PT Pertamina Internasional EP (PIEP) yang berada di bawah Subholding Upstream Pertamina, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PAEP telah mengelola operasi dan investasi hulu migas Pertamina di Aljazair sejak 2012.
Selain memperkuat portofolio, Pertamina mendorong investasi strategis bersama Sonatrach — perusahaan migas negara Aljazair — untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi sektor energi di negara tersebut. PHE juga menegaskan komitmen menerapkan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam setiap investasi hulu migas, termasuk penguatan budaya kepatuhan dan pencegahan kecurangan dalam operasional.
Akuisisi tiga lapangan di Cekungan Berkine menambah daftar aset internasional Pertamina di tengah tekanan untuk menjaga pasokan migas domestik. Kendati demikian, dampak konkretnya terhadap produksi nasional baru bisa diukur setelah otoritas Aljazair memberi lampu hijau dan rincian hak partisipasi diumumkan.